Surat untuk Rhenald Kasali : The Right Answer
Dear Rhenald Kasali,
Bapak masih ingat saya Zhar Aditya, salah satu mahasiswa dikelas Management Perubahan (Change!)bapak. Mahasiswa yang kerap kali bapak tunjuk sebagai contoh, entah karena memang saya pintar, unik, selalu berada di kursi terdepan atau hanya karena rambut saya pirang makanya bapak gemar sekali menjadikan saya teman bicara anda ketika anda berada di depan kelas.
Akhir-akhir ini saya kembali teringat masa ketika Bapak mengeluarkan uang 100ribu rupiah dari dompet bapak, dan mengacungkannya didepan kelas sambil anda berkata. “Yang ingin 100ribu rupiah, maju kedepan dan mengambilnya”…Bapak mengatakannya didepan saya namun saya tidak bergeming sedikit pun untuk mengambil 100ribu tersebut….
Setelah uang itu diambil oleh teman saya yang jauh berada di belakang kelas, anda bertanya kepada saya kenapa saya tidak mengambil uang tersebut….Lantas saya jawab, “Karena saya tidak berhak atas uang tersebut…Dimana anda tidak berutang kepada saya….”…Ketika itu anda berkata, “Anda terlalu banyak berpikir”…
Setelah hampir 2 tahun terlalui, saya terus berpikir dan saya tetap pada pendirian saya….Bahwa menurut saya jawaban yang benar adalah untuk tidak mengambil uang bapak….Maaf saja pak, saya selalu tidak enak mengambil sesuatu yang saya tidak memiliki haknya sedikit pun….Mungkin saya salah, bahwa saya terlalu banyak berpikir dan terlalu berhati-hati…Ya, memang banyak yang berkata begitu…Mulai dari kasus hubungan cinta sampai dengan urusan pekerjaan saya memang terlalu berhati-hati….Namun, apakah saya salah untuk banyak berpikir?….
Banyak berpikir berarti sedikit melakukan sesuatu…Sedangkan sedikit berpikir berarti banyak melakukan sesuatu….Banyak melakukan hal yang sia-sia jelas lebih buruk dibandingkan dengan sedikit melakukan hal yang sangat berguna….Meski begitu logicnya tapi banyak orang yang berhasil sukses dengan sedikit berpikir dan menggunakan instingnya….
Sampai sekarang saya tidak tahu mana yang benar….Sedikit berpikir atau banyak berpikir….Yang saya tahu keduanya adalah benar….Bapak benar dan saya benar….Hidup tidak hanya soal lembaran uang dan juga tidak hanya sekedar kepuasan mental....Yang paling penting menurut saya adalah bagaimana mencapai sebuah keseimbangan….Bagaimana mencapai sebuah titik temu antara banyak berubah dan sedikit berubah seperti yang anda katakan pada buku Change! anda (banyak berubah mengakibatkan instability yang tinggi pada sebuah perusahaan dan tidak dapat berfungsi optimal…sedangkan tidak berubah berarti kehancuran pada sebuah perusahaan karena begitu perusahaan melalui lifecycle depression dia akan sulit bangkit)….
Salam Hormat,
Zhar Aditya
PS:
PS2:
Rhenald Kasali adalah dosen dengan strata s3 di Fakultas EKonomi Universitas Indonesia….Disertasinya adalah mengenai teori word of mouth, bagaimana sebuah word of mouth itu menyebarkan diri….Subjeknya adalah mahasiswa FEUI yang di cekoki gosip heboh yang salah….
Waktu itu ia berbicara dengan dosen pembimbingnya…Ia mengatakan, “Negara kita ini berada dalam krisis pada tahun 1998, dan satu cara untuk mengeluarkan kita dari krisis itu adalah dengan mengerti gossip. Karena gossip yang menyebabkan negara Indonesia jatuh”
Melihat kebelakang, apa yang ia katakan saat itu sangat benar….1998, kita jatuh karena seorang george soros mengatakan untuk membeli dollar dan meninggalkan rupiah….Market crash dan bubble karena gosip yang gak karuan….Kalo saja kita bisa mengerti gosip lebih cepat mungkin kita bisa lebih sadar….
Rhenald Kasali adalah salah satu dosen favorit saya…Komentar saya tentang Rhenald Kasali dan kehidupan adalah berikut….
-
You don’t have to be a real genius to look smart….
-
Take all leave nothing as you can….And no mercy…
-
Berbicara dengan pintar maka anda akan didengarkan….
September 19th, 2007 at 7:45 am
Saya mau tanya tentang alat pengubah sampah menjadi barang-barang bernilai ekonomi, misalnya pupuk(?), dll. Warga kompleks tempat tinggal kami di Bekasi mengalami benturan masalah sampah. Bisa dapat keterangan lebih rinci dibanding dengan yang disinggung di ‘Change your DNA’
September 21st, 2007 at 11:39 am
Maaf saya tidak bisa membantu bapak lebih dalam mengenai masalah ini…Namun, jika bapak tertarik dan ingin berbicara lebih dalam mengenai masalah lingkungan terrutama sampah…Saya punya teman yang mungkin bisa lebih mengerti masalah sampah sebab beliau adalah Sarjana Teknik Lingkungan…Beri tahu saya jika anda menginginkan nomor kontaknya..
March 11th, 2008 at 8:47 pm
Ya, saya pengin tahu lebih jauh masalah sampah lingkungan. Jadi minta nomor kontak beliau. Tapi sebetulnya aspek ‘behavior’ sosial berkait dng erat masalah sampah lingkungan, yang perlu dirinci. Misalnya : betapa sulit mendisiplin diri untuk membuang sampah pada tempatnya, sesuai dng kelompoknya, taat asas dalam bersampah, dan lain-lain. Mungkin dengan sarjana TL yang direkomendai saya bisa dapat masukan tetang hal tsb di atas . . . . ‘ngkaleee
July 16th, 2008 at 4:46 pm
Kakak..
Saya mau bertanya tentang kontak teman kakak yang sarjana teknik lingkungan.
Saya adalah mantan Ketua KSM-TI yang sebentar lagi berubah nama menjadi KSM Technopreneurship.
Program kegiatan bersama yang ingin diusulkan untuk ormawa di Fakultas Teknik Ubaya adalah pengelolaan sampah botol plastik yang ingi dijual lagi kpd supplier.
Tapi, saya merasa bahwa mahasiswa2 Fak. Teknik perlu diedukasi mengenai bahaya botol plastik.
Bagaimana pendapat kakak mengenai program tersebut?? APakah program tsb bisa dikatakan langkah awal KSM Technopreneurship??
Terima kasih, kakak..
GBU
August 12th, 2008 at 2:51 pm
sebenarnya tidak berpengaruh seberapa besar kepintaran manusia, yang berpengaruh adalah seberapa besar kontribusi yangn bisa diberikan kpd negara ….. dan saya tanyakan kpd anda apa perubahan yang anda perbuat kpd negara indonesia, seingat saya tak ada kontribusi riil yang anda lakukan, hanya teori tak membawa perubahan…. kacian dech looo……..
August 13th, 2008 at 11:00 am
Life is a long journey….
And every second one person affects another on how they perceived the world…
People who only thinks are what you say would never give change…
I write this blog so people think….
Change the world….
One article at time….
September 26th, 2008 at 7:15 pm
kalau saya seorang Rhenald Kasali, saya akan merasa bahagia
November 29th, 2008 at 6:12 am
[...] I am not an opportunist… [...]