Theory, Scholars and Manners

October 12th, 2007 by Zhar Aditya Good bye Psychosist
Ah itu kan teori!!

Kalau anda melewati sebuah papan jalan, ke kanan menuju kebandung dan ke kiri adalah lembang sedangkan anda ingin ke bandung….Mana jalan yang anda ambil?

Apakah anda kelembang ataukah langsung ke bandung?….

Ada banyak orang yang benci ama teori, menurut saya, itu antara mereka “malas” untuk membaca atau “malas” untuk berubah karena dah memasuki comfort zone mereka (begini aja juga bisa, gak perlu begitu)

Ada banyak orang emang yang benci ama teori….Bahkan ada juga yang sok tau dengan membuat teori baru…..Untuk yang membenci teori saya beritahu yah, sebuah teori tidak dapat semerta-merta muncul dalam sebuah text book….Teori tersebut harus memiliki ratusan pendukung skripsi dan riset ulang untuk membuktikan kebenaran sebuah teori….Jadi, I’m telling you, many people have tested it and they all CONCLUDED one SAME thing…. 

Memang kalo seandainya kiri adalah lembang dan kanan adalah bandung….Jika saya tidak tahu apa2….Memang seharusnyalah, saya mengikuti papan jalan dan belok ke kanan….Tapi jika anda pernah belok ke kanan dan mengetahui bahwa jalan lewat kiri lebih cepat maka anda sepantasnya lah belok ke kiri

Saya rasa sama juga seperti teori, anda hanya boleh tidak sejalan dengan teori hanya apabila anda mengetahui teori A salah….dan B adalah sebuah trial and error yang mungkin bisa berhasil mungkin juga tidak….

Mungkin begitulah manners kaum scholars dalam menyikapi sebuah teori…..Ah, betapa gue menganggap kaum scholars adalah kaum yang beradab….

Mengenai soal manners, ada banyak manners kaum terpelajar di bumi ini, salah satunya adalah manners dalam mengkritik….

Ada banyak orang pinter di Indonesia, tapi cuma sedikit orang yang pandai mengkritik….Sebagai manusia gue juga dah ratusan kali mengkritik dan ratusan kali mengkritik….Pacar saya mengatakan saya adalah tukang kritik….Well, emang dia bener gue tukang kritik….Tapi itu semua karena gue menjalani semua kritikan gue….Kalo gak namanya sok alim donk….sok bener donk….makanya biasanya orang cuma bisa gregetan ambil dipikirin bener gak yah kritikan si Zhar Aditya…hahaha….

Kalo misalnya lo dikasih makanan gak enak, lo bakal ngekritik gimana?

A. Makanannya gak enak, belajar lagi gih!!!

B. Makanannya kalo bisa dikasih garem lagi ditambahin merica sama ini kayaknya lebih enak kalo ada aroma paprikanya lagi deh…

Saya rasa saya tidak perlu menjelaskan kenapa tapi anda dapat menerkanya bukan kalo paling enak itu dikritik seperti dikritik yang B….Kita dikasih tau salahnya dimana, dikasih solusinya apa….Ini yang namanya kritik yang membangun….

Sedangkan yang A itu namanya menjatuhkan semangat bukan mengkritik

PS:

Abis kesel dijatuhin di muka umum….

Padahal jelas gue yang bener…..

Tak kasih aja referencenya terus dijatuhin lagi di muka umum….

Mang enak!

Api dibalas Api!

PS2:

Abis enak ngegebugin orang….

Kayaknya enak ngomong….

Mohon maaf lahir dan batin…

2 Responses (Segini Doank?) to “Theory, Scholars and Manners”

  1. Gravatar Icon Aa Nata Says:

    Wah ini posting kok mengacu ke blog saya ya, ada apa nih? hahahaha… jangan berantem pake space Aa Nata ya, nanti kena biaya kampanye hehehee…

  2. Gravatar Icon Zhar Aditya Says:

    walah, ini seh trik mas…
    Biar AA nata baca blog saya…hahahaha…
    Just thinking sapa tau trik ini berhasil…

Leave a Reply (Ayo donk, Koment!)

Posts yang mungkin berhubungan: