<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Concubinage : Pilihan kedua dari Poligami</title>
	<atom:link href="http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/</link>
	<description>Which one is the real me?</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jul 2010 02:03:05 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Fatah Yasin</title>
		<link>http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/comment-page-1/#comment-19473</link>
		<dc:creator>Fatah Yasin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 02:03:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/good-bye-psychosist/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/#comment-19473</guid>
		<description>Assalaamu`alaikum,
Kalau menurut yg saya pelajari dari guru saya, ayat2 itu turun pd saat msh ada perbudakan, jadi fungsinya utk mengatur mslh itu secara bertahap. Dan budak yg blh digauli saat itu adlh wanita yg tertawan dlm perang, dgn syarat wanita itu ridha. Nabi sendiri pernah ditolak salah seorang tawanan, dan Beliau tidak memaksanya. Stlh wafatnya Nabi SAW, sbgn sahabat ada yg memiliki budak, dan ada yg tidak. Sbgn mlh memerdekakan budaknya kmdn menikahinya. Di masa kini, blm ada ktrgn resmi dari para ulama ttg hal tsb. Oleh karena itu, bnyk yg kemudian menikah lagi tanpa persetujuan istri, shg timbul istilah nikah sirri, istri simpanan. Menurut saya, kalaupun mmg terpaksa hrs punya simpanan, carilah yg baik dan setia, dlm arti tdk ganti2 pasangan, tp jgn jd kebiasaan, hanya pd saat terpaksa dan tdk mgkn utk menikah secara resmi lagi. Jgn menjadikan pelacur sbg istri simpanan, krn banyk penyakit nantinya. sdgkn An-Nisa` : 129 itu mksdnya kecenderungan hati, bkn adil secara fisik, materi, giliran bermalam, pembagian harta, dll. yg dimksd disitu adlh kecenderungan hati, sulit utk disama ratakan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu`alaikum,<br />
Kalau menurut yg saya pelajari dari guru saya, ayat2 itu turun pd saat msh ada perbudakan, jadi fungsinya utk mengatur mslh itu secara bertahap. Dan budak yg blh digauli saat itu adlh wanita yg tertawan dlm perang, dgn syarat wanita itu ridha. Nabi sendiri pernah ditolak salah seorang tawanan, dan Beliau tidak memaksanya. Stlh wafatnya Nabi SAW, sbgn sahabat ada yg memiliki budak, dan ada yg tidak. Sbgn mlh memerdekakan budaknya kmdn menikahinya. Di masa kini, blm ada ktrgn resmi dari para ulama ttg hal tsb. Oleh karena itu, bnyk yg kemudian menikah lagi tanpa persetujuan istri, shg timbul istilah nikah sirri, istri simpanan. Menurut saya, kalaupun mmg terpaksa hrs punya simpanan, carilah yg baik dan setia, dlm arti tdk ganti2 pasangan, tp jgn jd kebiasaan, hanya pd saat terpaksa dan tdk mgkn utk menikah secara resmi lagi. Jgn menjadikan pelacur sbg istri simpanan, krn banyk penyakit nantinya. sdgkn An-Nisa` : 129 itu mksdnya kecenderungan hati, bkn adil secara fisik, materi, giliran bermalam, pembagian harta, dll. yg dimksd disitu adlh kecenderungan hati, sulit utk disama ratakan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: putri solo</title>
		<link>http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/comment-page-1/#comment-18987</link>
		<dc:creator>putri solo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 08:19:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/good-bye-psychosist/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/#comment-18987</guid>
		<description>Pertanyaannya
Apakah perbudakan itu haram hukumnya pada saat ini? tidak seperti khammr yang sudah turun ayat harammnya setahu saya tidak pernah satupun ayat yang mengharamkan perbudakan

Bagaimana kalau ada orang tua menjual anaknya?apakah anaknya bisa dianggap budak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaannya<br />
Apakah perbudakan itu haram hukumnya pada saat ini? tidak seperti khammr yang sudah turun ayat harammnya setahu saya tidak pernah satupun ayat yang mengharamkan perbudakan</p>
<p>Bagaimana kalau ada orang tua menjual anaknya?apakah anaknya bisa dianggap budak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kupret el-kazhiem</title>
		<link>http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/comment-page-1/#comment-16140</link>
		<dc:creator>kupret el-kazhiem</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 18:19:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/good-bye-psychosist/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/#comment-16140</guid>
		<description>menurut gw ya istri simpanan tetap istri, bukan budak. istri simpanan sama saja seperti nikah sirri, alias nikah ngumpet2 sama daun muda biar ga ketauan ama bini pertama. Terus soal budak, pembacaan terhadap ayat yang sudah dikonstruksi oleh para ulama fiqih bertahun-tahun tentang budak harus didekonstruksi. Karena perbudakan pada jaman baheula berbeda dengan jaman sekarang, caranya dengan melihat konteks sosial dan historis-nya perbudakan. perbudakan jaman baheula adalah kewajaran, apalagi dipraktekkan oleh figur, tokoh dan penguasa. Islam pun tidak bisa seerta merta menghapuskan perbudakan. Seperti perintah meninggalkan khamr yang telah menjadi kebiasaan orang-orang di sekitar Nabi, maka al-Qur&#039;an melarangnya secara bertahap dari dalil awal penjelasan tentang manfaat dan mudharat khamr, terus pelarangan shalat sambil mabuk, sampai benar-benar dilarang dengan disandingkan kepada judi. Maka demikian pula dengan perbudakan, perbudakan adalah sesuatu yang lumrah pada zaman sebelum, dan ketika wahyu kenabian turun pada Muhammad. Sehingga masalah penghapusan perbudakan itu sendiri dilakukan secara bertahap dalam al-Qur&#039;an. Sekarang tinggal dari pembacaan kita saja, apakah melihat ayat itu teks saja, konteks saja, atau integrasi keduanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut gw ya istri simpanan tetap istri, bukan budak. istri simpanan sama saja seperti nikah sirri, alias nikah ngumpet2 sama daun muda biar ga ketauan ama bini pertama. Terus soal budak, pembacaan terhadap ayat yang sudah dikonstruksi oleh para ulama fiqih bertahun-tahun tentang budak harus didekonstruksi. Karena perbudakan pada jaman baheula berbeda dengan jaman sekarang, caranya dengan melihat konteks sosial dan historis-nya perbudakan. perbudakan jaman baheula adalah kewajaran, apalagi dipraktekkan oleh figur, tokoh dan penguasa. Islam pun tidak bisa seerta merta menghapuskan perbudakan. Seperti perintah meninggalkan khamr yang telah menjadi kebiasaan orang-orang di sekitar Nabi, maka al-Qur&#8217;an melarangnya secara bertahap dari dalil awal penjelasan tentang manfaat dan mudharat khamr, terus pelarangan shalat sambil mabuk, sampai benar-benar dilarang dengan disandingkan kepada judi. Maka demikian pula dengan perbudakan, perbudakan adalah sesuatu yang lumrah pada zaman sebelum, dan ketika wahyu kenabian turun pada Muhammad. Sehingga masalah penghapusan perbudakan itu sendiri dilakukan secara bertahap dalam al-Qur&#8217;an. Sekarang tinggal dari pembacaan kita saja, apakah melihat ayat itu teks saja, konteks saja, atau integrasi keduanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Obry</title>
		<link>http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/comment-page-1/#comment-5243</link>
		<dc:creator>Obry</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 15:43:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/good-bye-psychosist/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/#comment-5243</guid>
		<description>Zhar.. dari uraian lu yg pengen memberikan kesan kekritisan, gua lebih ngerasa spirit elu yang pragmatis membebaskan dorongan bawah sadar alias hawa nafsu elu dengan memaksakan pembenaranya melalui ayat-ayat suci yang elu tafsirin secara gampangan (baca murahan).
Ini memang tantangan buat fase seusia kita bahwa kendali-hasrat condong lebih kuat dibanding kendali-hakikat. Masalahnya kembali pada tingkat keyakinan/iman kita pada Tuhan yg kita pilih, seberapa jauh seh kita faham apa yg dimaui Tuhan atas keberadaan kita sbg manusia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Zhar.. dari uraian lu yg pengen memberikan kesan kekritisan, gua lebih ngerasa spirit elu yang pragmatis membebaskan dorongan bawah sadar alias hawa nafsu elu dengan memaksakan pembenaranya melalui ayat-ayat suci yang elu tafsirin secara gampangan (baca murahan).<br />
Ini memang tantangan buat fase seusia kita bahwa kendali-hasrat condong lebih kuat dibanding kendali-hakikat. Masalahnya kembali pada tingkat keyakinan/iman kita pada Tuhan yg kita pilih, seberapa jauh seh kita faham apa yg dimaui Tuhan atas keberadaan kita sbg manusia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: azka</title>
		<link>http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/comment-page-1/#comment-4841</link>
		<dc:creator>azka</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 06:55:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/good-bye-psychosist/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/#comment-4841</guid>
		<description>Sesungguhnya ada logika yang kurang dari pernyataan adik di atas. Ada perbedaan antara concubine dengan slave :
Concubine :
1. Menjadi pelacur karena keinginan sendiri.
2. Karena keinginan sendiri, maka semua perbuatan dilakukan dengan sadar, termasuk berzina.
3. Keinginan sendiri menyebabkan orang hidup dalam kemewahan.
4. Tidak ada kewajiban untuk pembebasan concubine.
Slave :
1. Menjadi pelacur karena dijual orang (terpaksa).
2. Tidak ada hukum bagi orang yang terpaksa melakukan sesuatu.
3. Hidup dalam penderitaan.
4. Ada kewajiban untuk membebaskan budak.

Mungkin ada perbedaan lain tapi belum terpikirkan. Dalam Al Qur&#039;an memang dihalalkan untuk &quot;bermain&quot; dengan budaknya sendiri. Tapi... Islam mengharapkan untuk menghapuskan perbudakan, contoh :
1. Syarat pada banyak kafarat sumpah adalah pembebasan budak.
2. Tidak ada ayat yang menganjurkan untuk memperbudak orang.
3. Suruhan untuk berbuat baik pada tawanan perang (padahal bisa dijadikan budak).
4. Penghapusan perbudakan tawanan perang secara bertahap :
a. Muncul hadits di mana Rosul menikahi salah satu tawanan perang agar tidak diperbudak oleh kaum muslimin.
b. Muncul hadits yang melarang nikah mut&#039;ah (kawin kontrak, kayak jugun ianfu gitulah) meskipun sebelumnya diperbolehkan selama tiga hari.

Untuk sebab orang jadi budak pada point 2 dan 3, saya belum pernah dengar atau belum menemukan sumbernya.

Beda antara when dan if dalam bahasa Inggris untuk komentar adik pada An Nur 33 tentang budak wanita (maids). Maksudnya ketika budak itu menginginkan kesucian (chastity) kita gak boleh maksa dia ngelayanin kebutuhan biologis kita.
Dalam bahasa Inggris :
When : ketika; sesuatu yang dilakukan secara terencana ato mendekati kepastian.
If : Jika; sesuatu yang merupakan pilihan, kemungkinan yang bisa terjadi atau tidak.

Demikian semoga bermanfaat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya ada logika yang kurang dari pernyataan adik di atas. Ada perbedaan antara concubine dengan slave :<br />
Concubine :<br />
1. Menjadi pelacur karena keinginan sendiri.<br />
2. Karena keinginan sendiri, maka semua perbuatan dilakukan dengan sadar, termasuk berzina.<br />
3. Keinginan sendiri menyebabkan orang hidup dalam kemewahan.<br />
4. Tidak ada kewajiban untuk pembebasan concubine.<br />
Slave :<br />
1. Menjadi pelacur karena dijual orang (terpaksa).<br />
2. Tidak ada hukum bagi orang yang terpaksa melakukan sesuatu.<br />
3. Hidup dalam penderitaan.<br />
4. Ada kewajiban untuk membebaskan budak.</p>
<p>Mungkin ada perbedaan lain tapi belum terpikirkan. Dalam Al Qur&#8217;an memang dihalalkan untuk &#8220;bermain&#8221; dengan budaknya sendiri. Tapi&#8230; Islam mengharapkan untuk menghapuskan perbudakan, contoh :<br />
1. Syarat pada banyak kafarat sumpah adalah pembebasan budak.<br />
2. Tidak ada ayat yang menganjurkan untuk memperbudak orang.<br />
3. Suruhan untuk berbuat baik pada tawanan perang (padahal bisa dijadikan budak).<br />
4. Penghapusan perbudakan tawanan perang secara bertahap :<br />
a. Muncul hadits di mana Rosul menikahi salah satu tawanan perang agar tidak diperbudak oleh kaum muslimin.<br />
b. Muncul hadits yang melarang nikah mut&#8217;ah (kawin kontrak, kayak jugun ianfu gitulah) meskipun sebelumnya diperbolehkan selama tiga hari.</p>
<p>Untuk sebab orang jadi budak pada point 2 dan 3, saya belum pernah dengar atau belum menemukan sumbernya.</p>
<p>Beda antara when dan if dalam bahasa Inggris untuk komentar adik pada An Nur 33 tentang budak wanita (maids). Maksudnya ketika budak itu menginginkan kesucian (chastity) kita gak boleh maksa dia ngelayanin kebutuhan biologis kita.<br />
Dalam bahasa Inggris :<br />
When : ketika; sesuatu yang dilakukan secara terencana ato mendekati kepastian.<br />
If : Jika; sesuatu yang merupakan pilihan, kemungkinan yang bisa terjadi atau tidak.</p>
<p>Demikian semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mei</title>
		<link>http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/comment-page-1/#comment-419</link>
		<dc:creator>Mei</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 01:41:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/good-bye-psychosist/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/#comment-419</guid>
		<description>nyari soal asal mula concubine or selir ini, dan berhasil membaca beberapa hal menarik, tapi yah! Mesti nyari lebih banyak sepertinya :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nyari soal asal mula concubine or selir ini, dan berhasil membaca beberapa hal menarik, tapi yah! Mesti nyari lebih banyak sepertinya <img src='http://zharaditya.com/blogs/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zhar Aditya</title>
		<link>http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/comment-page-1/#comment-406</link>
		<dc:creator>Zhar Aditya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 17:04:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/good-bye-psychosist/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/#comment-406</guid>
		<description>Loh...gini loh mit...
Kalo yang namanya istri yah &quot;istri&quot;, mates, and wife...
Tapi kenapa di
&lt;strong&gt;Al-mu’minun 5-6

[5] And who guard their private parts, [6] Except before their mates or those whom their right hands possess (alquran tidak menggunakan sebuah kata simpel budak quran menghaluskan kata budak yang kasar menjadi frase ini), for they surely are not blameable&lt;/strong&gt;
Membedakan antara budak dan istri??
Seharusnya kan tidak dibedakan, begitu seseorang diangkat menjadi istri seseorang itu juga terlepas dari status budak...

Tapi di kasus ini gak...
Soalnya masih dibedakan antara budak dan istri...

@meita
Nyari tentang apa mei?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Loh&#8230;gini loh mit&#8230;<br />
Kalo yang namanya istri yah &#8220;istri&#8221;, mates, and wife&#8230;<br />
Tapi kenapa di<br />
<strong>Al-mu’minun 5-6</p>
<p>[5] And who guard their private parts, [6] Except before their mates or those whom their right hands possess (alquran tidak menggunakan sebuah kata simpel budak quran menghaluskan kata budak yang kasar menjadi frase ini), for they surely are not blameable</strong><br />
Membedakan antara budak dan istri??<br />
Seharusnya kan tidak dibedakan, begitu seseorang diangkat menjadi istri seseorang itu juga terlepas dari status budak&#8230;</p>
<p>Tapi di kasus ini gak&#8230;<br />
Soalnya masih dibedakan antara budak dan istri&#8230;</p>
<p>@meita<br />
Nyari tentang apa mei?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jejakkakiku</title>
		<link>http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/comment-page-1/#comment-378</link>
		<dc:creator>jejakkakiku</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 11:55:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/good-bye-psychosist/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/#comment-378</guid>
		<description>aahh..sialan! Dari kemaren gue nyari juga, zhar! Tentang masalah ini. Eh malah di bawa ke jaman sebelum masehi gitu.

masih blum nemu juga asalnya, tapi gue seneng ternyata ada juga yang mosting soal ini..

cool!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aahh..sialan! Dari kemaren gue nyari juga, zhar! Tentang masalah ini. Eh malah di bawa ke jaman sebelum masehi gitu.</p>
<p>masih blum nemu juga asalnya, tapi gue seneng ternyata ada juga yang mosting soal ini..</p>
<p>cool!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mitarima</title>
		<link>http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/comment-page-1/#comment-375</link>
		<dc:creator>Mitarima</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 07:59:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/good-bye-psychosist/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/#comment-375</guid>
		<description>Mana komen Gw??!! Sial..
Ulang lagi ah..
Concubine = Istri Simpanan, IStri Simpanan = wanita yang dinikahi ( pastinya dong, soalnya ada gelar istri ) walaupun gak ketahuan siapa-siapa
kalo cem-ceman tapi gak dinikah sama aja zinah dong????
Antara Annisa 3 dan Annisa 129 kalo menurut gw, tuhan pasti tahu keterbatasan mahluk ciptaannya, makanya Dia membolehkan dalam Annisa 3 tetapi dengan syarat, kenapa pake syarat?? ya karena Annisa 129 itu, bahwa manusia tidak akan pernah bisa adil karena pasti ada kecenderungan lebih sayang sama salah satunya.. seringnya sih yang muda... Ya iyalah lebih bohay dan muda geto loh!!! :lol:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mana komen Gw??!! Sial..<br />
Ulang lagi ah..<br />
Concubine = Istri Simpanan, IStri Simpanan = wanita yang dinikahi ( pastinya dong, soalnya ada gelar istri ) walaupun gak ketahuan siapa-siapa<br />
kalo cem-ceman tapi gak dinikah sama aja zinah dong????<br />
Antara Annisa 3 dan Annisa 129 kalo menurut gw, tuhan pasti tahu keterbatasan mahluk ciptaannya, makanya Dia membolehkan dalam Annisa 3 tetapi dengan syarat, kenapa pake syarat?? ya karena Annisa 129 itu, bahwa manusia tidak akan pernah bisa adil karena pasti ada kecenderungan lebih sayang sama salah satunya.. seringnya sih yang muda&#8230; Ya iyalah lebih bohay dan muda geto loh!!! <img src='http://zharaditya.com/blogs/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zhar Aditya</title>
		<link>http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/comment-page-1/#comment-312</link>
		<dc:creator>Zhar Aditya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 08:54:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zharaditya.com/blogs/2007/11/15/good-bye-psychosist/concubinage-pilihan-kedua-dari-poligami/#comment-312</guid>
		<description>Loh ray, concubinage ama pelacur itu beda cerita loh ray...

concubine itu lebih mirip ke istri simpanan gitu lah....
paling tepat itu di contoh raja ray...Raja biasanya punya istri...tapi punya juga dayang...Nah dayang itu concubine dari raja....

emang unsur kejelasan itu dan lainnya mungkin masalah ethics aja kali ya....

&lt;strong&gt;seinget gue&lt;/strong&gt; alquran cuma bilang jangan berprilaku tidak adil ke salah satu istri...Tapi, itu kan istri...

Dalam islam istri itu max boleh cuma 4...Tapi islam gak mengatur concubine/budak boleh ada berapa....

Masalah setia sampe mati juga.....
Sebenernya muhammad sendiri setia ke satu istri pertama sampai siti khadijah matek....
Barulah dia memulai &quot;petualangan cassanova janda&quot;-nya dia...

PS:
Penulis adalah orang controversial yang suka sekali memainkan kata-kata...Jadi jangan ada yang tersinggung karena otak gue yang kontroversi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Loh ray, concubinage ama pelacur itu beda cerita loh ray&#8230;</p>
<p>concubine itu lebih mirip ke istri simpanan gitu lah&#8230;.<br />
paling tepat itu di contoh raja ray&#8230;Raja biasanya punya istri&#8230;tapi punya juga dayang&#8230;Nah dayang itu concubine dari raja&#8230;.</p>
<p>emang unsur kejelasan itu dan lainnya mungkin masalah ethics aja kali ya&#8230;.</p>
<p><strong>seinget gue</strong> alquran cuma bilang jangan berprilaku tidak adil ke salah satu istri&#8230;Tapi, itu kan istri&#8230;</p>
<p>Dalam islam istri itu max boleh cuma 4&#8230;Tapi islam gak mengatur concubine/budak boleh ada berapa&#8230;.</p>
<p>Masalah setia sampe mati juga&#8230;..<br />
Sebenernya muhammad sendiri setia ke satu istri pertama sampai siti khadijah matek&#8230;.<br />
Barulah dia memulai &#8220;petualangan cassanova janda&#8221;-nya dia&#8230;</p>
<p>PS:<br />
Penulis adalah orang controversial yang suka sekali memainkan kata-kata&#8230;Jadi jangan ada yang tersinggung karena otak gue yang kontroversi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
