Manajemen Rumah Tangga ala Soeharto Inc

January 30th, 2008 by Zhar Aditya Good bye Psychosist

Pak harto saat ini merupakan sosok fenomenal. Di masa hidupnya ternyata banyak juga orang yang menghujat dia dan diakhir hidupnya banyak juga yang simpatik sama dia. Saya baru hidup 24 tahun dan dari 24 tahun itu saya hanya hidup dipimpin soeharto selama 15 tahun. Berarti kurang lebih hanya setengah dari masa kepemimpinan beliau. Memang saya bukan seseorang yang tepat untuk membicarakan manajemen negara ala soeharto inc. Tapi kurang lebih beginilah ceritanya kalo pak harto mengatur sebuah rumah tangga. Mungkin….

Di sebuah rumah yang sangat besar, warisan dari nenek moyang keluarga tinggallah sebuah keluarga soeharto. Terdiri dari 6 orang, 2 orang tua dan 4 anak. Suatu ketika soeharto jatuh miskin, tidak dapat bekerja tidak dapat juga memproduksi barang yang dapat dijual. Anak-anaknya masih SMA dan Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga dengan penghasilan menjual bakwan nitip ke warung sebelah yang gak seberapa hasilnya.

Suatu ketika ibu harto punya ide. “Bagaimana kalau kita menyewakan kamar dirumah kita cing?”
Tapi pak harto berkata, “Tapi kedaulatan kita terganggu. Tanah kita didatangi orang asing yang mungkin dapat merusak ketentraman Rumah Tangga kita chuy”
“Lantas kamu mau anak kita mati kelaparan cing?”, begitu kata ibu harto mencoba untuk merasionalisasi masalah harga diri.

Tanpa pikir panjang pak harto langsung memasang papan untuk menawarkan jasa kos-kosan. Dimana jasa kos-kosan ini memperbolehkan seseorang untuk mengubah bentuk kamar dan menggali segala kekayaan alam didalam kamar demi kepentingan dirinya. Dan pak harto hanya meminta duit sedikit untuk kelangsungan hidupnya selain biaya sewa.

Pak harto sekarang tidak lagi miskin….Eh, gak punya duit….Miskin seh tetep….cuma sekarang miskin yang punya duit….Pak harto pengen lantai marmer yang bagus maka dibuatlah marmer toll yang lewat kudu bayar…..Bikin juga lapangan golf dengan menghancurkan rumah sebelah yang reyot abish chuy….Pengen juga segala fasilitas yang baik baginya….Mulai dah tuh leasing mobil….Mulai juga beli-beli elektronik dengan mendatangkan langsung dari luar negeri….Pokoknya segalanya import dah maaaa~n….

1 bulan berlalu pak harto bilang ke bininya, “eh, chuy….kita sekarang dah kayak orang kaya nih….tapi duit kas negara tinggal dikit”
bininya pak harto terus bilang, “Alah gampang…Aset sekarang kita dah banyak…Gak kliatan kayak orang miskin lagi…Tinggal apply kartu kredit”
Akhirnya pak harto mulai berjuang mencari dan melompat mencari “bantuan” dari satu bank ke bank lainnya….Ternyata tanpa disangka-sangka banyak banget yang mo ngasih “bantuan” mulai dengan tenure 25 tahun dengan bunga murah sampe bantuan ratusan trilliun…..
Tanpa pikir panjang (lagi) pak harto langsung mengapply seluruh kredit card yang bisa ngasih “bantuan” kedia….

Bulan pertama credit card A abis…akhirnya dia ngabisin credit card B untuk membayar bunga credit card A dan keperluan pribadi….Teruuuus ampe akhirnya selama 36 bulan bisa hidup poya-poya gak perlu mikirin soal duit karena “udah ada yang menanggung”…

Suatu ketika kedua anaknya ingin menikah….Selama ini pak harto, bininya dan kedua anaknya masih saja tinggal di dalam satu kamar…Karena kamar yang lain dah fully booked untuk negara…egh…orang lain buat di bolong-bolongin tauk nyari apaan….

Karena mereka dah mo nikah mereka minta donk kamar sendiri….Ya iyalaaa~ masak mo ehm ehm di depan pak harto….Entar gawat…Pak harto kalang kabut….Duh, tau begini gue gak bakalan ngasih tuh kamar ke orang lain….Akhirnya dengan bersujud-sujud pak harto berhasil mendapatkan kembali kamar….Cuma anehnya, malah sekarang orang lain itu yang menyewakan kamar balik lagi ke pak harto….dia bilang, “cing, gue dah nyewa kamar ini untuk 50 tahun… Investasi gue buat bolongin lubang neraka juga dah banyak banget cing….Lo kudu bayar lah kalo mau minyak…eh…kamar gue….”

Tanpa pikir panjang, akhirnya pak harto terpaksa membayar untuk tanah yang aslinya memang milik dia…..(aneh….)….Mana si bule gila satu ini nyewain harga tanah sesuai dengan harga tanah dunia….Jadi kadang ngebayar mahal banget untuk tanah yang aslinya milik dia….Alias gak perlu bayar lah…Wong tanah juga tanah gue….

Mulai perekonomian keluarga morat-marit….Utang sana-sini….Cost membengkak tapi gak ada revenue yang datang….Tiba saatnya pak harto lengser keprabon…eh, dinyatakan pailit oleh bank….Sekarang anaknya yang pertama yang harus menanggung utang dari bapaknya yang sangat besar….

Tapi kebanyakan anaknya bilang, enak yah jaman dulu bapak masih ada duit kita seneng…Sekarang giliran si anak sulung yang berkuasa kita makan pun sulit…

Yah iyalah sulit…Lah wong dapetin kredit susah…Utang menumpuk kaya apaan tauk….Dimana-mana orang tuh seharusnya susah-susah dahulu bersenang-senang kemudian….Ini malah kebalikan….
Moral Cerita:
1. Investasi itu penting
2. Jangan besar pasak daripada tiang
3. Memiliki penghasilan itu lebih baik daripada hanya memiliki uang
4. Jangan melakukan tindakan bodoh dalam hidup seperti gali lubang tutup lubang dalam hutang. Atau tindakan seperti menyewakan kamar untuk nanti disewakan balik yang bisa mengakibatkan high cost doank tanpa ada gain yang penting.

One Response (Satu Doank?) to “Manajemen Rumah Tangga ala Soeharto Inc”

  1. Gravatar Icon tami Says:

    wuih wuih , analogi yg simple tapi pas bgt bozzz
    kagum gue mah orang kaya’ lho bsa ngejelasin sesuatu yg rumit dgn gaya bhs yg anak2 kaya gue ngerti…………….keep it up and gud luck

Leave a Reply (Ayo donk, Koment!)

Posts yang mungkin berhubungan: