Belajar Sampai “Nglotok”!

April 25th, 2008 by Zhar Aditya (13) Good bye Psychosist

Terus terang gue termasuk orang yang paling males belajar sampe ngelotok….Orangnya bosenan banget seh, jadi kalo baca buku dan dia ngomongin hal-hal yang itu lagi, itu lagi yah bosen juga (Misal buku entrepreneur)….

Tapi karena satu hal ini gue jadi orang yang biasa-biasa aja (tidak menonjol lho, bukan jelek) waktu masa kuliah….Karena gue mudah ngerasa “udah bisa” ini lah…Meski memang sebenernya udah bisa tapi karena “ngerasa”?udah bisa makanya jadi biasa2 aja….bahasan yang rumit…

Sebenernya hal inilah yang ngebuat “fresh graduate” selalu dibutuhin….Padahal mereka itu kan mahluk yang repot…Apa2 nanya kudu dijelasin mulu untuk hal2 yang trivial…Tapi mereka nanya pun itu antara karena,

1. Males liat papan petunjuk dan gak bisa baca peta

2. Emang bener2 gak ngerti di tengah hutan atau karena gak ada papan petunjuk

Ada pepatah usaha bisnis yang bilang,

Datanglah ke kantor seakan-akan anda baru saja datang ke kantor itu.

Dalam artian “jangan pernah berhenti belajar karena anda sudah bisa”

So guys, never stop learning!

Kalo kalian chef jangan berhenti ketika makanan kalian enak.

Kalo kalian programmer jangan berhenti ketika kalian dah bisa bikin windows OS.

Kalo kalian manager, jangan puas dan sok tau di posisi itu

PS:

This is a self reminder blogs!

A New Women Paradigm?!?

April 18th, 2008 by Zhar Aditya (18) Good bye Psychosist

Ini bukan pertama kalinya gue menulis tentang wanita….Yang pernah baca blog gue yang lama di friendster pasti tahu kalau gue sangat mengkritik keberadaan wanita tukang kritik (feminists)…Keberadaan para wanita yang tidak mau menjadi wanita (memasak, mencuci, dan membesarkan anak) dan mengharapkan tetap sang pria melakukan peran pria (mencari nafkah)….

Seperti yang kita ketahui pria adalah mahluk yang asik aja….Buktinya kita gak pernah punya hari ayah karena menurut kita gak penting hari ayah….Lebih penting hari untuk istri dan ibu kita…..Meskipun yang membuat hari perempuan pasti seorang pria….

Tapi perilaku asik aja kita itu semakin lama malah membuat wanita semakin menggila kelakuannya….

Pada tahun 70an orang tua benar-benar mengurusi anaknya…Well, kebetulan gue masih dapet neneh seperti itu dari citra….Ini baru bener-bener perempuan…

Satu hal yang gila itu….Sekarang perempuan-perempuan bener2 terpatok kepada pikiran “I deserve”….Ini pemikiran paling bikin males sepanjang jaman….Mereka pikir mereka berhak untuk mendapatkan sesuatu tanpa pengorbanan….Gak bisa masak, gak bisa beres2, gak bisa ngapa2in tapi maunya enak karena uang suami….

Kemunculan produk bernama pembantu (seseorang yang sebenarnya hanya membantu bukan mengerjakan semua) dan budak lah yang ngebuat dunia perempuan gonjang ganjing kacaw….

Bukan itu saja, produk kecantikan terus meracuni wanita….Produk fashion terus meyakinkan wanita untuk meyakinkan sang suami mengeluarkan uang untuk berbagai produk tidak penting dan tidak ada gunanya…

Jadwal Pria

Jadwal Wanita

5.30am: Bangun Pagi siap-siap berangkat kerja

6.00am: Berangkat ke kantor

7.00am: Sampai di kantor, check email yang masuk

12.30pm: Istirahat makan siang

1.30pm: Kembali masuk ke kantor

6.30pm: Pulang setelah lembur

8.30pm: Sampai dirumah disambut pembantu, dibikinin makanan sama pembantu

9.30pm: Tidur

7.00am:?Dibawain kopi atau teh ama pembantu ke kamar.?
7.15am:?Sopir ngebawa anak-anak ke sekolah.
7.30am:?Breakfast, baca Koran gossip, pindah2in channel TV.?
9.30am-4pm: Pilih salah satu:

Shopping, Spa dan Pijet, Gym, Makan, Arisan, Ketemu temen lama

?

Sementara jam 3.00pm:?Sopir jemput anak-anak dari skula.?
Sementara jam 4.00pm:?Anak-anak dikasih makan pembantu

5.00pm:?Anak-anak dimandiin pembantu.?
6.00pm:?Selesai mandi dan gonta ganti channel.?
8.30pm:?Masih gonta ganti channel ngeliatin suami pulang.??
9.35pm:?Sex? In your dreams.

?

Masih mo dilanjutin kayak begini?

Gue pikir marie antoinette dah cukup ada satu!

UU ITE Vs. Human Rights

April 18th, 2008 by Zhar Aditya (4) Good bye Psychosist

Mungkin jarang yang mengetahui, tapi sebenarnya setiap anggota UN (United Nations / PBB) telah melakukan kesepakatan untuk memberikan Universal of Human Rights kepada setiap orang disetiap negara tidak perduli suku?dan agamanya. Pemberian hak ini tercantum di dalam Universal Declaration of Human Rights. Salah satunya adalah:

Article 19.

    Everyone has the right to freedom of opinion and expression; this right includes freedom to hold opinions without interference and to seek, receive and impart information and ideas through any media and regardless of frontiers.

?

?

Seperti yang kita ketahui pula akhir-akhir ini disahkan UU ITE. Namun ada satu hal yang mengganjal hati saya sebagai blogger yang belajar menjadi journalists. Itu terdapat di pasal 27 ayat 3 mereka yang berbunyi:

(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau
?
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan
?
penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Menkominfo negara indonesia sendiri pun mengakui bahwa pasal 27 ayat 3 ini untuk blogger, musisi, penulis puisi, dan bentuk sastrawan lainnya. Bukan untuk journalists. Duh, blogger lah diurusin, negara yang aneh. Pendidikan (internet dan wikipedia)?gak diurus blogger diurus.

Terus terang UU ini bertentangan dengan the freedom to speech dari setiap orang. Menahan setiap orang untuk dapat langsung berbicara dan mengajukan complaint ke orang-orang budek DPR yang di DEMO berulang kali pun tenang aja.

Kalau seandainya?DPR adalah pelayan masyarakat.

Dan mereka tidak menciptakan PO BOX untuk komplain

Tidak juga menyediakan Email untuk complaint

Apalagi Telepon.

Masa complain melalui blog tidak boleh?

PS:

Muatan Penghinaan mbahmu….

Kalau merasa terhina ama grup SLANK yah jangan korupsi tho…

Sengaja dibuat karet nih UU…

Dasar bego M. Nuh!

(Ini penghinaan? bukan! Ini ekspresi pribadi dari sebuah opini! Kenapa? Merasa Terhina? Yah Jangan Bodoh donk kalo gak mau merasa?dihina!)

PS2:

Ada atau tidak adanya UU ITE!

Gue tetep gue. Tulisan gue tetep begini!

?

?

?

?

Shameless Politician!

April 18th, 2008 by Zhar Aditya (17) Good bye Psychosist

Ketika kata-kata anggota DPR?(keturunannya disebut DPRD)?terkuak dari telinga saya. Seakan dalam hati?saya ada perasaan jijik yang mendalam. Memakan uang rakyat untuk tidur-tidur dirapat. Menyalahgunakan kekuasaan untuk keuntungan pribadi. Seakan akan mereka tidak ada yang berguna. Tidak ada yang menyampaikan aspirasi rakyat mengenai kesehatan dan pendidikan.

Yang terakhir malah al amin salah satu anggota DPR dari partai “islam” ketangkap korupsi dan bobo-bobo malam dengan pelacur. Eh, malah salah satu anggota FPPP yang bentuknya kayak babi lainnya tidak terima malah mencoba melakukan tindakan koersive kepada KPK. Anehnya mereka masih ribut soal grup band slank yang katanya menghina DPR. Well, bapak bapak ibu ibu, yang namanya menghina itu apa sih? Membeberkan kenyataan kah?

Gak salah mungkin kalo aku bilang negara ini udah hilang malu.

Kalo rakyat kecil yang gak punya pendidikan gak punya malu mungkin masih bisa dimaklumin lah ya. Orang-orang naik motor sosor kiri sosor kanan gak kenal marka masih bisa gue maklumin karena mereka semua juga gak pernah tau yang namanya marka itu apa. Tapi kalo mobil yang begitu? Kelewatan banget.

Gak salah juga kalo ada businessman yang terpaksa melakukan banyak transaksi bawah tangan karena sistem yang tidak fair.

Politician itu sampah!

Gimana kalo sekarang kita memilih pemimpin bukan dari golongan politik?

Bisa?

PS:

Keluarga gue banyak yang dari golongan politik….

?