Masalah Pada Pengidentifikasian Masalah yang Salah
Melihat dari judulnya saja mungkin kebanyakan dari kalian bakalan setres dan bingung mengartikan “apa sih yang sebenernya si rumit Zhar pengen katakan kali ini?”
Tapi percaya deh ini penting. Penting bagi kalian yang tidak pernah merasa puas dan letih dikejar sebuah perfeksionisme hidup. Tidak pernah puas akan harta. Atau bahkan bagi kalian yang suka merasa phobia akan sesuatu.
Seperti banyaknya anak kecil kita selalu malu akan sesuatu hal yang baru. Sesuatu hal yang baru selalu di identifikasikan menjadi masalah oleh kita. Berkenalan dengan orang baru menurut kita masalah. Bahkan ketika kita kecil digendong oleh orang lain pun menjadi masalah oleh kita. (mungkin dari sini kita bisa tau kepribadian si anak bakal cuek uncontrolled atau bahkan sangat introvert)
Segala reaksi kita akan sesuatu sebenarnya sangat tergantung dengan pengidentifikasian masalah yang kita lakukan sebelumnya. (-buat yang rajin ngikutin blog gue. ada diblog lama gue di fs tentang problem identification and decision making, cuma ntah linknya yang mana. Ha3)
Seseorang yang memiliki phobia akan semut mengidentifikasikan semut sebagai sebuah masalah. Sedangkan orang yang tidak memiliki phobia tidak melihatnya sebagai masalah. Kenapa? Kenapa ini menjadi masalah bagi seseorang dan seorang lainnya tidak?
Ada dua tipe orang di dunia ini, yang pertama adalah orang yang percaya bahwa segala sesuatu masalah dan kesuksesan datang dari luar. Dan ada juga yang berpendapat bahwa segala masalah dan kesuksesan datang dari diri sendiri. Sekarang kita lihat semut. Seorang yang phobia mengatakan masalah ada pada semut. Dan orang yang melihat mungkin akan mengatakan “Elo kali yang bermasalah ama semut!”
Beberapa orang pintar dalam mengidentifikasikan masalah. Yang lain tidak dan menjadikan segala sesuatu menjadi masalah.
Banyak orang jaman sekarang setres gara-gara mudah menjadikan sesuatu menjadi masalah,
Tidak punya uang untuk beli cosmetic menjadi masalah
Tidak punya uang untuk beli baju menjadi masalah
Tidak punya uang untuk pergi ke salon menjadi masalah
Dan banyak hal lainnya lagi.
Kalau ditanya,
What are you going to be?
Becoming an action (the one that declare and identify the problem by yourself)
Or just a reaction of something or someone (the one that becoming a victim of a situation defined by others. Even your problem identification are decided by them)
PS:
Some men pray for miracle
Other fight for a miracle to happen
What are you?