Golap??!!?? ? Kisah tentang Tanjung Balai Asahan
Tanjung Balai Asahan ini merupakan kota yang cukup unik. Ada beberapa hal unik lainnya yang harus di ketahui dunia tentang keunikan kota beranama Tanjung Balai Asahan ini.
?
Salah satu yang unik disini adalah waktu ngapel pacar disini bukan weekend. Namun, malam kamis dan malam sabtu. Kalo kita-kita yang terbiasa tinggal di Jakarta udah sering denger kali yah dengan yang namanya malam sabtu karena Cuma itulah waktu kita bebas dari macet, bebas dari pekerjaan dan bisa yang namanya jalan-jalan. Namun, di Tanjung Balai Asahan ini mereka juga mengenal waktu ngapel pacar di hari rabu malam (malam kamis).?
?
Kenapa harus malam kamis?
?
Jadi gini, ceritanya pada jaman dulu sebagian besar penduduk Tanjung Balai Asahan adalah nelayan sehingga mereka terbiasa untuk berada 3 hari di laut dan satu hari di darat. Nah, 3 hari dilaut pertama itulah yang membuat adanya malam kamis. Mengerti?
?
Tapi uniknya, anaknya yang tidak memiliki profesi nelayan atau bahkan tidak memiliki orang tua nelayan pun memiliki kebiasaan ngapel malam kamis karena penduduk sekitar sudah terbiasa dengan hal ini.
?
Hal lain yang unik dari masyarakat Tanjung Balai Asahan adalah mereka cenderung suka mengganti suku kata pertama dengan O. Berbeda dengan padang yang suka mengganti suku kata terakhir dengan O masyarakat asahan suka mengganti suku kata pertamanya dengan O. Dan kalau padang mengganti A dengan O, masyarakat Tanjung Balai lebih cenderung suka mengganti E dengan O.
?
?Hari sudah Golap cepat kita balik?
?
Yah kurang lebih begitu lah….Karena suku kata pertama yang diganti jadi kadang2 gue suka cenderung bingung apa yang mereka omongkan. ?
?
PS:
Baru aja makan nasi goreng babi….Kampret….Kapok dah makan ditempat cina….Hoek…salah makan….jadi demam gue semalem…..
?
Jangan makan sembarangan deh kalo keluar jakarta….Seriously there is no sign in the restaurant whether it is pig or not….
Praduga tak Bersalah
Seringkali kita menjebak seseorang karena praduga kita yang berantakan….Seringkali kita menghancurkan hubungan kita sendiri dengan orang lain karena kita memiliki praduga bersalah terhadap sesuatu hal….
Misalnya:
Gue dan Tiwi (sori tiw lo gue sebut…kayaknya elo yang paling toleran dengan kelakuan aneh gue) punya praduga aneh mengenai perasaan dia yang which is perasaan itu gak pernah bisa kita ketahui kebenarannya kita cuma bisa mempercayai ucapan tiwi. Thus hubungan kita gak bener
Gue dan mantan gue lainnya punya issue….Mantan gue selalu berpikir kalo gue bakal selingkuh….Walhasil gue selalu dan selalu dikecilkan dengan pernyataan “cowok kan biasanya…..”…Let’s just say now I blew up because of the issue that actually never existed….
My new thing disini itu adalah gue banyak di framed akhir-akhir ini….orang-orang dengan pemikiran picik berada di sekeliling gue mengatakan hal-hal picik yang sebenarnya gak gue lakukan karena memang terlihat gue melakukannya….
Gue emang tidak bisa berbicara…But I type faster than i speak….Tentu saja gue lebih suka mengirim email, sms dibandingkan berbicara….Namun, orang melihatnya berbeda….Oh, dia lebih suka menusuk dari belakang…oh, dia lebih suka menjilat….But to tell you the truth…I just love to tell through characters instead of words….
Banyak yang bilang gue pengen terlihat menonjol….Kalo kata orang jepang, paku yang menonjol pasti akan dipukul….Well, gue suka berbagi….Sama seperti halnya gue berbagi di blog ini dan habit gue selama 2 tahun terakhir….
Now imagine, seorang pria dan wanita di dalam kamar mandi….Terdengar suara klecek klecek klecek dan ngobrol…what do you think what is happening in there?
Think out of the box guys….
PS:
The girls afraid of the restroom dark scenery because the lights out the guy accompanies the girl in the bathroom…not showering…but laundering…
PS2:
Cerita donk…kejadian misunderstood apa yang pernah kalian alamin….
Gue sering banget ngebuat orang misunderstood…dan it’s killing me…
Kenapa Pasca Bayar Lebih Mahal?
**Tulisan ini tidak berhubungan dengan dimana tempat penulis bekerja**
***Seriously!!***
Banyak banget orang yang nanya ke gue, kenapa sih pasca bayar harus lebih mahal daripada pra bayar. Sebenarnya menurut gue jawabannya sih karena memang resiko dari jualan pasca bayar lebih tinggi dari sekedar berjualan PraBayar.
Jaman sekarang PraBayar juga terasa seperti PascaBayar. Ketika pulsa habis Cuma tinggal beli pulsa dari hape melalui SMS Banking….Well, disisain makanya pulsanya buat sms banking….Apalagi sekarang tidaklah sulit mencari orang jualan pulsa. Jadi memang PascaBayar agak usang untuk kita yang tinggal di perkotaan. Meski begitu bukan berarti pasca bayar harus kita tinggalkan karena kemudahannya dalam memelihara handphone untuk tetap hidup.
Jika melihat bunga credit card yang mencapai 4% per bulan dan mencapai 48% pertahun (Jika dihitung prorata). Maka wajar bila harga pulsa perbulan lebih mahal setidaknya 4% daripada prabayar. Namun, resiko 4% perbulan ini menurut saya akan terus mengecil atau bahkan menghilang jika kita melakukan beberapa hal berikut:
1.?KPI keterlambatan pembayaran dan besaran pulsa
2.?Membundling penjualan kartu pasca bayar dengan Credit Card. Dengan begitu risk bisa kita transfer ke credit card.
Selain itu, dari dulu sampai sekarang orang yang membeli dengan jumlah yang sangat banyak memang sepatutnya mendapatkan diskon. Pelanggan yang memiliki Length of Stay yang tinggi dan memang loyal ke sebuah operator sewajarnya mendapatkan diskon yang lebih tinggi. Contoh lah SingTel yang memberikan bonus pulsa sampai 15% kepada pelanggan lamanya. Sehingga menurut saya untuk membuat PascaBayar tampak menarik dapat dilakukan dengan memberikan diskon kepada pelanggan tingkat tertentu dan pada Length of Stay Tertentu.
Menciptakan KPI (Key Performance Indicator) seperti ini bukanlah sesuatu yang sulit. Lagian customer senang kok dikotak-kotakkan seperti Garuda Frequent Flyer Blue, Silver, Gold, dan Platinum.
Indosat sendiri memiliki VIP Gold dan VIP Platinum. Kartu Halo memiliki level Priority untuk diatas 1jt dan Priority Gold untuk diatas 2.5jt. Kenapa gak mengeluarkan KPI berdasarkan LoS juga selain dari revenue. Kenapa tidak mengkotak-kotakkan customer lebih dalam lagi seperti diatas 700k, diatas 1jt, dan 2,5jt. Jadi beberapa customer merasa special meskipun yang special sebenarnya banyak.
Kenapa gak?
PS:
Daripada tolol bikin tulisan dianggap sampah mendingan dibikin blog.
Sh!T H@pp3ns
Whoever said “Fitness lebih kejam dari fitnah” is actually telling a bad joke.
Trust me!
Sh!t!
PS:
Kapok deh berpikir out of the box….Karena orang gak pernah mikir out of the box….
Tulisan dan Tanggung Jawab
Membuat tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan adalah kegiatan saya sehari-hari selama 4 tahun terakhir ini. Baik itu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hanya sekedar justifikasi pemikiran yang berasal dari banyak pemikiran lain. Maklum saya orang IPS yang sulit mencari pembuktiannya ketika mengeluarkan sebuah pemikiran. Namun, segala justifikasi pemikiran saya ada di dalam tulisan saya.
Seperti yang pembaca tahu, setelah saya bekerja ada satu artikel yang saya hilangkan karena takut menyebabkan konflik of interest karena saya bekerja di perusahaan pada group tersebut. Memang tulisan saya menjelaskan tentang bagaimana sebuah praktek monopoli yang dijalankan oleh group tersebut tidaklah baik karena benar-benar memanfaatkan ketidakberdayaan seseorang dalam memilih sebuah produk telekomunikasi. Karena seperti yang kita ketahui, Indonesia yang terbentang dari sabang sampai merauke sebenernya sangatlah tersekat-sekat secara geografis yang mengakibatkan kita terpaksa memilih dan membeli produk telekomunikasi tertentu. Lantas apakah saya salah jika salah satu perusahaan telekomunikasi dengan gilanya memberikan tarif yang sangat berlebihan untuk layanan telekomunikasi? Jelas tidak bukan?
Saya terbiasa untuk mempertanggungjawabkan tulisan saya. Saya mengerti ada pluralisme dalam pemahaman tulisan saya. Saya terbiasa di hina di cemooh dan terkadang di lecehkan oleh pembaca tulisan saya. Itu wajar, bahkan yang katanya guru besar ekonomi Hermawan Kertajaya aja bisa dilecehkan. Hell, ADAM SMITH aja ampe sekarang masih dilecehkan. Apalagi saya? Seorang tak dikenal yang menulis blog hanya untuk menjalankan hobinya “Kebebasan Berbicara” dengan baik tentunya.
Namun, kebebasan berbicara ini menjadi kendala ketika ada orang lain yang menjadi tumbal atas apa yang saya tulis. Saya menulis terlalu lantang, maka bos saya yang akan kena, saya menulis terlalu vulgar perusahaan saya yang kena. Sekarang saya mengerti mengapa penulis biasanya membebaskan dirinya dari sebuah institusi agar dapat menulis lebih kreatif lagi.
Tapi menurut saya menulis dan terkenal salah itu lebih baik daripada menulis dan terus anonim tanpa ada tanggung jawab.
Saya bekerja untuk saya dan masa depan saya…
Saya menulis untuk saya dan kepuasan saya…
Saya bermain musik untuk saya dan kepuasan saya…
Saya mencintai untuk saya…
Egois….Tapi hal ini abadi “ada” di sepanjang kehidupan saya….
Catatan Perantauan Asahan I
Jadi ceritanya begini, perusahaan gue tercinta melempar gue lagi ke kota kecil yang pernah gue tempatin sebelumnya di Medan waktu dulu. Ayo tebaaaak. Dimanaaaaaa. Tepat, Tanjung Balai Asahan.
Kota Tanjung Balai Asahan ini merupakan kota yang cukup kecil, memiliki kios di sepanjang inti kotanya dan terdiri dari 3 jalan protokol. Saya lupa jalannya apa pikun euy. Yang pasti kalo nyari mall disini gak ada, mo nyari angkot rada susah, tapi bentor (becak motor) banyaknya minta ampun. Setiap hari terdengar suara burung wallet tapi selidik punya selidik ternyata suara wallet ini gak berasal dari wallet beneran. Tapi dari loudspeaker di sepanjang tengah kota untuk memanggil wallet-wallet yang berterbangan. Kalau malam tiba suara loudspeaker itu mulai menghilang tergantikan suara jangkrik malam. Kotanya tenang, pembawaan orang-orangnya pun lebih tenang dibandingkan Medan yang berisik dan hingar bingar.
Udara kotanya agak lembab meski siang hari tidak kering seperti bekasi atau Jakarta, meskipun panasnya kata orang sangat panas buat saya biasa saja. Coba saja tinggal di Bekasi, lebih parah ditambah dengan debu tanah merah yang bertebangan kemana-mana. Di kota Asahan ini jauh lebih nyaman dibanding Bekasi. Bau udaranya penuh dengan bau amis dari ikan yang mungkin ditangkap di tepi laut. Kota ini adalah kota pelabuhan, namun sampai sekarang pun belum tahu saya apa ada perdagangan illegal di kota ini. Katanya dulu banyak perdagangan illegal untuk baju bekas dan sembako.
Air kota ini tidak terlalu bagus, keruh dan gatal dikulit. Makanan kota ini cenderung sangat murah dibandingkan di Medan. 2 Ayam Goreng dan 2 Nasi hanya 8000 rupiah. Nasi Goreng dan Milo hanya 10000 rupiah. Berbeda jauh dibandingkan dengan Medan. Tapi kota ini penuh dengan orang-orang yang ramah.
Saya ini terus terang bukan orang yang pandai bergaul, 24 tahun 11 bulan (Ups bentar lagi ultah…Pulang ah ke Jakarta kalau boleh) masih juga belajar bagaimana caranya menjalin hubungan dengan orang lain. Memang saya sadari berteman itu tidak semudah berteman di facebook. Tapi tetap buat saya berteman itu suatu hal yang rumit dan sulit. Dari kecil saya memang lebih suka sendiri dan memang beberapa tahun terakhir ini saya menchallange diri saya sendiri untuk mendapatkan teman sebanyak mungkin.
Memasuki kantor bos saya, ada 3 pesan yang dia berikan ke saya. Menurut saya pesan yang paling penting adalah ?Jangan hanya menjadi handai taulan? (Handai Taulan itu Cuma dikenal doank gak kenal deket). Pesan yang menurut saya benar, dahsyat namun paling sulit saya lakukan karena memang terbiasa hanya menjadi Handai Taulan untuk orang lain. Boro-boro, sukur-sukur diinget. Lah wong biasa ditinggalin dilupain ama temen sendiri. Saya pun sampai sekarang masih mencari cara untuk self branding diri saya biar tidak dilupakan.
Dulu saya melakukan self branding dengan mencat rambut saya. Dengan begitu orang mudah mengingat saya. ?Itu loooh yang rambutnya kuning? ?Ituuu bule buleee? Walhasil orang lumayan inget ke saya, tapi setelah itu semua dihapus mereka lupa saya. Waduh!
Satu dari banyak hal yang harus saya ubah pertama kali itu adalah berubah menjadi supel. Masa 5 tahun mencoba menjadi yang lebih baik masih tetep gak jauh lebih baik sih?
PS:
Maaaak….
Kangen Rumaaaaah….
PS2:
Jauh-jauh ke kota orang kalo gak sukses juga makan ati!
Fightooooo~ Ough!