Tulisan dan Tanggung Jawab

October 16th, 2008 by Zhar Aditya (3) Good bye Psychosist

Membuat tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan adalah kegiatan saya sehari-hari selama 4 tahun terakhir ini. Baik itu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hanya sekedar justifikasi pemikiran yang berasal dari banyak pemikiran lain. Maklum saya orang IPS yang sulit mencari pembuktiannya ketika mengeluarkan sebuah pemikiran. Namun, segala justifikasi pemikiran saya ada di dalam tulisan saya.

Seperti yang pembaca tahu, setelah saya bekerja ada satu artikel yang saya hilangkan karena takut menyebabkan konflik of interest karena saya bekerja di perusahaan pada group tersebut. Memang tulisan saya menjelaskan tentang bagaimana sebuah praktek monopoli yang dijalankan oleh group tersebut tidaklah baik karena benar-benar memanfaatkan ketidakberdayaan seseorang dalam memilih sebuah produk telekomunikasi. Karena seperti yang kita ketahui, Indonesia yang terbentang dari sabang sampai merauke sebenernya sangatlah tersekat-sekat secara geografis yang mengakibatkan kita terpaksa memilih dan membeli produk telekomunikasi tertentu. Lantas apakah saya salah jika salah satu perusahaan telekomunikasi dengan gilanya memberikan tarif yang sangat berlebihan untuk layanan telekomunikasi? Jelas tidak bukan?

Saya terbiasa untuk mempertanggungjawabkan tulisan saya. Saya mengerti ada pluralisme dalam pemahaman tulisan saya. Saya terbiasa di hina di cemooh dan terkadang di lecehkan oleh pembaca tulisan saya. Itu wajar, bahkan yang katanya guru besar ekonomi Hermawan Kertajaya aja bisa dilecehkan. Hell, ADAM SMITH aja ampe sekarang masih dilecehkan. Apalagi saya? Seorang tak dikenal yang menulis blog hanya untuk menjalankan hobinya “Kebebasan Berbicara” dengan baik tentunya.

Namun, kebebasan berbicara ini menjadi kendala ketika ada orang lain yang menjadi tumbal atas apa yang saya tulis. Saya menulis terlalu lantang, maka bos saya yang akan kena, saya menulis terlalu vulgar perusahaan saya yang kena. Sekarang saya mengerti mengapa penulis biasanya membebaskan dirinya dari sebuah institusi agar dapat menulis lebih kreatif lagi.

Tapi menurut saya menulis dan terkenal salah itu lebih baik daripada menulis dan terus anonim tanpa ada tanggung jawab.

Saya bekerja untuk saya dan masa depan saya…

Saya menulis untuk saya dan kepuasan saya…

Saya bermain musik untuk saya dan kepuasan saya…

Saya mencintai untuk saya…

Egois….Tapi hal ini abadi “ada” di sepanjang kehidupan saya….

3 Responses (Segini Doank?) to “Tulisan dan Tanggung Jawab”

  1. Rnd Says:

    iyah.. berani mengungkapkan harus berani menanggung resiko.. hihihi..

  2. king_elnino Says:

    welcome to the jungle. :)

  3. ^Ray21^ Says:

    akhir² ini gw juga jadi mikir ke arah yang sama…
    khususnya menulis, ntah knapa gw jadi jarang nulis yang candaan lagi, bukan karena menjadi orang lain, tapi lebih kepada kepuasan hati dalam mengungkapkan sebuah pemikiran. Ironis kadang, kebebasan bersuara bahkan di kandang sendiri jadi hal yang pasti terjadi >.<

Leave a Reply (Ayo donk, Koment!)