Lie To Me ? Notes on Lying Part 3
?
Sebuah kebohongan mudah terungkap jika kita menemukan bukti nyata. Menemukan SMS, sisa chatting, lipstick di baju, atau menguping percakapan seseorang. Dalam kehidupan love life gue malah gue pernah sangat bodoh, sudah menemukan bukti nyata masih berpikir kalau mantan pacar gue tidak selingkuh. Well, inilah manifestasi dari wanting to believe the lies told. Tapi itu bukanlah apa yang kita ingin bahas sekarang karena ketika sudah menemukan bukti kita akan mudah mengungkap kebohongan.?
?
Yang ingin kita bahas sekarang adalah alasan-alasan kenapa sebuah kebohongan mudah terungkap meski tanpa sebuah bukti yang jelas sedangkan kebohongan lainnya tidak pernah terungkap.
?
- Bad Lines
Berbohong itu kayak becoming pick-up artists. You really need to pick up some good lines and providing background stories to make that lines look real. Namun gak kayak (unprofessional) ?pick up artists yang harus menghafal line untuk datang menghampiri perempuan di tempat umum. Terkadang ketika berbohong kita harus melakukannya dengan spontan. Bisa dikatakan setiap bohong yang penting dilakukan dengan spontanitas, dan sedikit orang yang bisa melakukannya dengan spontan.
?
Ambil contoh di salah satu kejadian di dunia nyata gue tiba-tiba sang perempuan bilang, ?Aduh, dia nelpon! Gimana nih??, bilang aja, ?Lagi di jalan mau pulang?. See terkadang kalo kita dalam keadaan panik bahkan gak terpikir some good lines. Sedangkan pickup artists dalam keadaan apapun dia bisa menggunakan opener line dan semuanya masih nyambung. Sedangkan kebohongan harus di design secara spesifik sesuai keadaan, perkataan sebelumnya, dan kepada siapa lawan bicara seseorang.
?
Bad lines yang tidak sempurna mengakibatkan seseorang harus membuat additional cognitive process yang membuat seseorang terbata-bata. Dan jika sebuah cerita tidak konsisten dan kita menunjukkan inconsistency seseorang maka akan tampak ketakutan panik dan orang mulai menelan ludah. Disinilah kita menemukan kebohongan.
?
- Berbohong mengenai perasaan dan perasaan terhadap sebuah kebohongan
Ekman percaya perasaan (feelings) adalah sesuatu yang dilakukan tanpa disadari. Ekspresi seseorang mengenai perasaan juga merupakan seseuatu yang dilakukan tanpa disadari. Misalkan seorang suami membunuh istrinya, maka ketika sang pembunuh ditanyakan mengenai sang istri ekspresi muka akan berantakan. Seseorang akan berpura-pura merasa sedih dengan menangis dan tampak sedih namun dilain sisi orang tersebut sebenarnya merasa masih sangat membenci istrinya sehingga wajah bagian atas dan bawah mungkin akan berbeda.
Atau ketika seseorang berpura-pura di perkosa maka orang tersebut akan merasa sedih yang dicampur dengan benci dan jijik dan mungkin sedikit marah. Namun, mungkin hanya terlihat sedih ada kemungkinan perasaan tersebut juga dipalsukan.
Sehingga kekurangan emosi pada sebuah pernyataan atau kelebihan sebuah emosi dalam sebuah pernyataan dapat menentukan apakah seseorang berbohong atau tidak.
- Perasaan ketakutan akan ketahuan
Sebuah perasaan takut kebongkar rahasianya biasanya berasal dari seberapa besar rahasia tersebut dan seberapa bego orang yang dia ajak ngomong. Sebuah rahasia besar seperti perselingkuhan tidak akan membuat seseorang takut jika orang yang diajak berbicaranya adalah orang yang mudah dibohongi. Orang yang percaya setiap kebohongan yang dia katakan.
?
Percaya deh banyak kok orang begitu, gue sendiri pernah jadi salah satunya, dan banyak lagi orang yang lebih bego dari gue. Rasa takut sendiri mudah dideteksi di muka. Penarikan bibir ke arah kuping atau pergerakan alis mata keatas bisa menunjukkan hal tersebut. Berikut adalah ilustrasi dari buku ?Emotions Revealed? mengenai bagaimanakah tampang orang yang ketakutan.


?
?
Banyak yang gak tau, tapi sebenernya poligraph tidak pernah benar-benar berfungsi dengan baik. Poligraph hanya mendeteksi emosi takut. Dan banyak orang yang dah ?jiper? aja pas ngeliat mesin yang katanya bisa mendeteksi kebohongan. Dan itulah yang ngebuat polygraph bisa mendeteksi kebohongan. Bukan karena dia berhasil mendeteksi kebohongan itu sendiri. Pada film lie to me episode 2 dibahas bahwa polygraph bisa salah mendeteksi sexual arousal atau kemarahan menjadi sebuah kebohongan. Karena mereka bekerja di prinsip yang sama seperti takut.
?
Takut sendiri pun sebenernya gak bisa jadi alat pendeteksi kebohongan yang baik. Orang bisa saja takut karena mengingat ulang kejadian, bisa juga takut karena perkataannya tidak dipercaya karena dia bukan orang yang bisa dipercaya atau bisa juga takut karena kebohongannya terungkap. Kita harus tahu apa yang mendasari rasa takut jika ingin mendeteksi kebohongan seseorang.

- Perasaan Bersalah akan berbohong
Perasaan bersalah ketika berbohong akan terlihat jika seharusnya sebuah kebohongan tidaklah harus dilakukan. Sedangkan kebohongan yang sifatnya ?white lies? tidak akan terlihat ketika seseorang berbohong
- Duping Delight
Kita pasti pernah deh ngerjain temen kita dengan sebuah kebohongan yang dia percaya. Terus kita ngerasa seneng ketika kita ngeliat temen kita percaya gitu aja kebohongan kita, nah inilah yang namanya duping delight. Sebuah perasaan senang bahwa kebohongan kita dipercaya. Pada episode pertama lie to me dikatakan bahwa, ketika seseorang berbohong maka orang tersebut akan lebih sering maintain eye contact karena dia ingin mengetahui apakah orang yang dibohonginya itu sadar akan kebohongannya. Atau juga mungkin karena dia ingin merasakan duping delight ini.
?
Waktu gue SMA ada satu game dimana kita harus berbohong terhadap kartu yang ada di tangan. Waktu itu gue kalah mulu, I am such a bad liars. Temen-temen gue yang jago ngebohong itu adalah temen-temen yang bisa dibilang sekarang sukses di karirnya dan dulu merupakan orang-orang yang ?terkenal? di sekolah. Mereka bisa berbohong mengenai kartu mereka dan bisa menyembunyikannya di muka mereka. Bisa dibilang temen-temen gue yang jago bohong ini memiliki skill yang cukup advance dalam negosiasi dan berbicara dengan orang-orang di sekelilingnya. Dan jelas mereka adalah orang-orang yang bisa menyembunyikan duping delight ketika mereka melihat kebohongannya di percaya oleh orang lain.
Kesalahan terbesar gue adalah, ketika gue berbohong gue gak senyum. Padahal senyum adalah hal termudah untuk menyembunyikan setiap emosi yang ada. Jadi setiap kali kita ngerasa sebuah emosi kita selalu bisa nyembunyiinnya dengan senyum.
?
Pada intinya, setiap kali kita melakukan kebohongan maka akan ada emosi yang keluar dari muka seseorang. Dan untuk mendeteksi kebohongan dengan baik kita harus mengerti emosi apakah yang seharusnya keluar ketika sebuah pernyataan dikeluarkan. Dan ketika kita merasa ada yang salah atau tidak sinkron antara emotions dengan muka seseorang distitulah kebohongan kemungkinan besar ada.
?
PS1:
Akhir-akhir ini gue mendalami skandal percintaan. Dan gak banyak orang pinter mendeteksi kebohongan. Ada yang dah mendeteksi tapi menutup mata. Ada juga yang dah ketawan berkali-kali tapi gak kapok. Ada juga yang tidak bisa menggunakan sebuah kenyataan dengan baik. Ada juga yang bohong untuk ngebuat orang menjauh.?
?
Nobody is actually telling another person the truth
?
PS2:
Please whisper to my ears those words you used to say…
Simple words that I?d like to hear….
?
A colours of life I see when I smell you close to me….
As if it was blessed me out of my curse…
Please beautifully put it to me, deep inside….
And I will pour it the seeds of life to you….
?
PS3:
You won?t hear things from me again…
For you have betrayed the trust and prefer to stay in lies….
I know that some people don?t fit in living the truth….
Have fun in wonderland….