A (not) Complete Idiot’s Guide to Creative Thinking

May 7th, 2009 by Zhar Aditya (3) Good bye Psychosist

Hari ini gue baru aja selse ngerjain creative thinking learning via web….Untungnya perusahaan gue ini selalu memberikan tools kepada anak Human Resourcenya ?(yang ingin terus mendapatkan ilmu) belajar dengan gratis….Well, memang sesuatu yang gratis itu gak selalu yang terbaik…Tapi yang satu ini lumayan lah, at least kita jadi lebih pengertian dalam proses kreatifitas….

Satu yang gue benci waktu gue masuk perusahaan besar ini, perusahaan ini sangat arogan….Dalam artian, setiap kreatifitas baru selalu dikatakan, “ooo..kita sudah pernah melakukan itu….:” Maklum aja dulu gue sebelumnya bekerja diperusahaan kecil yang berjumlah kurang dari 50 orang dan beromzet hanya 2% dari perusahaan gue yang sekarang….Tentu saja setiap ide adalah baru buat perusahaan kecil gue itu…Setiap ide membuat setiap orang bersemangat karena belum pernah dilakukan….

Mulai dari akuisisi client baru, pembuatan guidebook untuk training, SMS Gateway, semua ide yang terucap dari mulut gue terasa berarti buat perusahaan tersebut….bukan itu saja, semua orang merasa tertarik dengan apa yang gue omongin….Including direktur utama, direktur pemasaran, direktur operasi dan direktur keuangan….

Tapi setelah gue banyak terjun di perusahaan baru gue ini yang besar dan tua (meskipun sebenarnya masih muda tapi kelakuan kayak orang tua yang arogan dan enggan perubahan)…

Setelah belajar e-learning ini, gue ngerti sekarang kenapa perusahaan ini kurang kreatif dibandingkan kompetitornya….Karena kreatifitas banyak tidak diutamakan disini….

Berikut adalah hambatan berpikir kreatif yang saya alami:

1. Rasa Takut >> Takut dimarahi, takut salah, takut mengekspresikan diri

2. Rasa nyaman akan status quo >> Selama 2 tahun kita menggunakan strategi ini dan berhasil…kenapa harus memilih strategi baru lagi…

3. Terlalu banyak rutinitas yang membuat seseorang lebih berfokus kepada menyelesaikan rutinitas dibandingkan bagaimana cara menyelesaikan sebuah rutinitas dengan cara baru.

4. Karyawan dilibatkan sedikit dalam proses pengambilan keputusan namun selalu ditanya jika ada masalah yang menghadang dan diwajibkan juga menjadi problem solver

5. Dan yang paling penting adalah learning growth tidak dijadikan sebagai tujuan utama….Padahal hal tersebut merupakan pilar dari segala growth….Jadi banyak banget pembunuh ide kreatifitas…

PS:

Temen gue baru aja lulus beasiswa depkominfo…Bukan satu atau dua…Tapi tiga temen gue….Anak FE anak 8…Kampreeeeeet temen gue keluar negeri semua dah dapet beasiswa…kapan giliran gue????

3 Responses (Segini Doank?) to “A (not) Complete Idiot’s Guide to Creative Thinking”

  1. king elnino Says:

    hmmmmmm…

    makanya segera buka perusahaan sendiri..

  2. Sssstt..Bgadang Yukk Says:

    Hmmm…memang kadang kala kita terlalu takut mengekspresikan diri dan kebebasan berpendapat karena takut akan menggeser posisi setengah nyaman kita…hwehehehe

  3. IwanKus Says:

    salam kenal mas zhar
    senang bisa berkunjung ke blog anda
    memang dah nasib jadi karyawan tuh mas…
    setuju dgn elnino, bikin perusahaan sendiri aja…he…he…
    semoga anda sukses

Leave a Reply (Ayo donk, Koment!)