Photoblog Begins

December 10th, 2009 by Zhar Aditya (4) Photoworks

Sebenernya udah lama passion buat motret gue dimulai….Dari kecil umur 5 tahun gue udah menyenangi hobi yang satu ini…dengan bermodal kamera nikon pocket dan beberapa kali menggunakan canon prosumer…gue dari SMA dah dibilang gokil karena kemampuan memotret candid gue yang kelewat aneh…

Jadi jaman SMA gue make Nikon kayak orang plastic make lomo…Jaman kuliah gue beli SLR…tuker guling sama kamera 2mpx…3 tahun dan hanya menghasilkan 4 roll film…kenapa? Karena saya miskin! hiks hiks hiks…

Di tahun 2009 gue berhasil membiayai hobi yang satu ini….Alhamdulilah sampe saat ini shutter count gue udah gue pake sebanyak 3618 Count…itu berarti dalam waktu 4 bulan gue menghasilkan foto sebanyak 100 roll film…hehehehe…

Dan setelah 3618 foto itu…akhirnya gue ketemu satu yang bisa gue publish sebagai photowork gue pas gue lagi isenk jalan ke malaysia…

Enjoy my new categories in this blog…

Zhar Aditya Photoworks

Kuala Lumpur, Bukit Bintang.

Kuala Lumpur, Bukit Bintang.

Akerlof’s Lemon in Love Partner Market

December 8th, 2009 by Zhar Aditya (2) Good bye Psychosist

George Akerlof, pemenang nobel 2001 dibidang ekonomi yang berhasil menulis sebuah teori mengenai game theory yang terjadi apabila seseorang membeli mobil.

Pada paper yang ditulisnya pada intinya dia menyatakan, bahwa terjadi assymmetric information (informasi yang tidak simetris, yang tidak sama, yang dimiliki antara calon buyer dan pemilik) ketika pembelian mobil…Sehingga secara general buyer hanya akan menawar mobil dengan qualitas rata-rata dan pemilik mobil dengan kualitas baik tidak akan pernah menjual mobilnya karena dianggap kualitasnya rata-rata….Jadi, seluruh mobil yang ada di pada market used cars pada general adalah mobil dengan kualitas yang buruk…

Akerlof juga menulis mengenai asuransi kesehatan…pada asuransi kesehatan hanya buyer yang mengerti mengenai kesehatan dirinya…sedang pemberi asuransi mencoba mengetahui informasi ini dan memperkirakan berapa premium yang harus dikenakan seseorang….Tapi, sebaik apapun perusahaan asuransi mencoba memprediksi dia gak bakal pernah tau kira-kira si calon pembeli asuransinya bakal sakit apa…Hasilnya asuransi memberikan premi asuransi dengan harga yang tinggi…saking tingginya hanya orang yang merasa dia sangat pesakitan sehingga dia bakal ngebeli premi tersebut….

Mengerti kan seberapa horor free market kalau terjadi asymmetric information?

Sekarang asymmetric information juga terjadi pada mencari pasangan hidup…Kita mencari wanita yang begitu sempurna…Tapi in reality tidak ada yang begitu sempurna…pasti ada aja celanya….sehingga ada asymmetric information antara penjual dan pembeli….Dua-duanya saling membodohi untuk membeli produknya melalui cara-cara marketing, you name it social reconstruct (engineering), social dynamics, peacocking, show of power, scarcity of supply…dan kedua2nya mendapatkan apa yang dia tidak inginkan sebenarnya tapi kedua dari mereka sudah berekspektasi akan mendapatkan average pasangan hidup…Kalau mereka mengetahui mereka mendapatkan lemon sebelum pernikahan atau sebelum pacaran maka keduanya tidak akan melanjutkan hubungan tersebut….Jika sampai pernikahan things will get worst….

Tapi akerlof hanya menjelaskan satu sisi dari avid used car buyer dan seseorang yang sangat mengerti masalah kesehatan sehingga bisa memutuskan untuk membeli asuransi kesehatan….

Ada sisi lain yang tidak dibahas akerlof adalah expectation….akerlof menggunakan asumsi rata-rata dari kualitas mobil bekas menjadi keinginan/ekspektasi seseorang terhadap mobil tersebut yang mencerminkan sejumlah uang yang ingin ia bayar untuk mobil tersebut…

namun, rata-rata tiap orang dipengaruhi oleh seberapa banyak orang tersebut membeli mobil bekas…semakin banyak orang tersebut membeli mobil bekasi semakin baik persepsi “rata-rata kualitas” mobil….apabila orang tersebut membeli mobil bekas hanya beberapa kali…dan kebetulan yang dia beli adalah peach semua (mobil yang baik) maka orang tersebut tidak akan mengekspektasi untuk mendapatkan lemon….

Ekspektasi ini juga berhubungan dengan seberapa banyak elo pacaran…..

Bahwa semakin banyak elo pacaran semakin bisa lo menerima seseorang tersebut apa adanya….bahwa semakin banyak elo pacaran semakin bisa lo menerima cowok atau perempuan yang sangat aneh kedalam hidup lo…karena lo sudah menyadari (ekspektasi) dari kenyataan love partner market…bahwa sesuatu yang peach mungkin hanya ada dalam alkitab dan novel  (yang keduanya ditulis manusia)

Maka ada dua market yang terjadi di pasar dalam love partner market…

Pasar pertama adalah pasar yang menyadari bahwa dia akan mendapatkan average women sebagai average women siapapun pilihan yang dia pilih karena setiap perempuan akan menyembunyikan seseuatu yang later lo menyadari bahwa itu tidak terlalu penting. Tapi lo menjadi bersedia hanya untuk membayar (dengan effort tentunya) sesuai dengan harga rata-rata dari setiap perempuan…

Pasar kedua adalah pasar yang tidak menyadari bahwa dia akan mendapatkan lemon or peach….namun, hanya memiliki satu ekspektasi bahwa produk tersebut peach maka ia menginginkannya (because nobody wants to buy lemon)…dan bersedia membayar dengan harga yang sangat tinggi…

PS for solution:

Akerlof menjelaskan pada time frame yang non-continue dan seakan membuatnya menjadi doomsday jika kita salah memilih asuransi atau mobil atau perempuan….

Tapi hidup ini jalan terus…jika ktia salah memilih mobil kita bisa menjualnya lagi…yes, we sell the lemon back for peach price…he3…dan kita bisa menghentikan asuransi jika ternyata kita gak mudah sakit atau menyadari bahwa ternyata diri lo adalah keterunan superman…atau soal perempuan kita tahu apa yang harus kita lakukan….

Intinnya…one day expectation bakal ketemua dengan kenyataan…dan pada saat itu lo baru bisa menentukan apakah lo akan menyimpan produk tersebut atau tidak…

Dan pasar yang gue pake utnuk perempuan adalah….I only pay what you offer….I buy all…I keep what I like…

Pasar yang gue pake untuk mobil bekas adalah…Average quality for second car…he3…gue gak sebodoh itu untuk kenalin mesin mobil….

Pasar yang gue pake untuk asuransi kesehatan adalah…dont buy them..keturunan keluarga gue cuma kanker…tapi gue diet makanan secara teratur…makan serat secara teratur…dan minum antioxidant dengan baik…berat badan normal cenderung kurus….BMI gue normal…fat gue normal…

Corporate Growth =/= Economic Growth

December 4th, 2009 by Zhar Aditya (16) Good bye Psychosist

Di minggu ini hari senin gue dateng ke corporate meeting di perusahaan gue. Ternyata visi & misi perusahaan gue di tahun 2010 diubah lebih fine tuning….Sesuatu yang langsung membuat otak gue bekerja keras adalah perubahan visi & misi perusahaan yang katanya “contributing to the country economic growth”.

FYI, Perusahaan gue adalah perusahaan telekomunikasi yang hanya bergerak di Indonesia (sampai saat ini). Jadi basically tidak ada import/export yang terjadi dilakukan oleh perusahaan ini karena sifatnya yang bergerak dibidang jasa telekomunikasi. It is almost impossible to import/export services.

Economic Growth (pertumbuhan ekonomi) pada dasarnya ditentukan oleh Gross Domestic Product. Apa itu  gross domestic produk? Gross Domestik produk adalah seluruh produksi yang berhasil dibuat oleh negara tersebut. Produk tersebut dapat berupa Barang ataupun Jasa. Jadi, pertambahan dari GDP berarti juga penambahan pada kemampuan ekonomi.

Para Ekonom telah menemukan formula untuk GDP, yaitu consumed goods/services + Investment negara tersebut + Government expenditure (pengluaran negara) + Export yang dihasilkan negara tersebut – Import.

Sekarang bayangkan ekonomi adalah air yang mengalir dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi…Semua negara di tempat yang tinggi berhasil menyerap uang lebih banyak dari negara yang lebih rendah dengan kemampuan exportnya yang hebat…Yang tinggi ini maksudnya mata rantai produksi ya…

Misal produksi indonesia adalah produksi alam seperti minyak bumi kita kirimkan ke negara-negara yang lebih miskin minyak buminya seperti zimbabwe…

Pada produk jasa, tidak dapat dilakukan import atau export…dengan kata lain kita hanya dapat meningkatkan Consumption rate of Goods and Services dari formula C+I+G…Namun, consumption rate of goods ini hanya dan hanya dapat meningkat apabila ada faktor lain….

Misal Zimbabwe, jika mereka tidak memiliki kemampuan untuk menarik uang ke negaranya (dengan asumsi Zimbabwe adalah negara yang tidak dapat mengembangkan diri melalui informasi)….Maka economic growth dari negara tersebut akan selalu sama dengan 0….Jadi bisa dibilang consumption rate of Goods and Services tergantung dari export dan import, dari knowledge development negara tersebut untuk menciptakan produk yang lebih mahal dengan bahan baku yang murah…juga dari kemampuan dari negara tersebut menarik investor….

Memang kalau dilihat dari semua ini, sebuah perusahaan telekomunikasi hanya dan hanya akan dapat mengeruk keuntungan dalam negeri….Secara economic riil perusahaan telekomunikasi ini tidak akan pernah dapat meningkatkan economic growth….namun, secara non-riil perusahaan telekomunikasi ini dapat menarik Investment dari negara lain…Dapat membuat produk menjadi sangat murah dengan menciptakan telekomunikasi yang baik dan murah….

Tapi impian untuk meningkatkan economic growth dari negara tidak akan pernah dapat dicapai jika perusahaan ini tidak pernah melakukan penarikan capital dari luar negeri ke dalam negeri…Karena faktor tersebut yang paling penting dalam flow of economics energy…

Tidak ada negara yang tertutup yang menjadi kaya….

Mereka hanya puas dengan kekayaan yang mereka tidak tahu kalau mereka dapat lebih kaya….