Akerlof’s Lemon in Love Partner Market

December 8th, 2009 by Zhar Aditya (2) Good bye Psychosist

George Akerlof, pemenang nobel 2001 dibidang ekonomi yang berhasil menulis sebuah teori mengenai game theory yang terjadi apabila seseorang membeli mobil.

Pada paper yang ditulisnya pada intinya dia menyatakan, bahwa terjadi assymmetric information (informasi yang tidak simetris, yang tidak sama, yang dimiliki antara calon buyer dan pemilik) ketika pembelian mobil…Sehingga secara general buyer hanya akan menawar mobil dengan qualitas rata-rata dan pemilik mobil dengan kualitas baik tidak akan pernah menjual mobilnya karena dianggap kualitasnya rata-rata….Jadi, seluruh mobil yang ada di pada market used cars pada general adalah mobil dengan kualitas yang buruk…

Akerlof juga menulis mengenai asuransi kesehatan…pada asuransi kesehatan hanya buyer yang mengerti mengenai kesehatan dirinya…sedang pemberi asuransi mencoba mengetahui informasi ini dan memperkirakan berapa premium yang harus dikenakan seseorang….Tapi, sebaik apapun perusahaan asuransi mencoba memprediksi dia gak bakal pernah tau kira-kira si calon pembeli asuransinya bakal sakit apa…Hasilnya asuransi memberikan premi asuransi dengan harga yang tinggi…saking tingginya hanya orang yang merasa dia sangat pesakitan sehingga dia bakal ngebeli premi tersebut….

Mengerti kan seberapa horor free market kalau terjadi asymmetric information?

Sekarang asymmetric information juga terjadi pada mencari pasangan hidup…Kita mencari wanita yang begitu sempurna…Tapi in reality tidak ada yang begitu sempurna…pasti ada aja celanya….sehingga ada asymmetric information antara penjual dan pembeli….Dua-duanya saling membodohi untuk membeli produknya melalui cara-cara marketing, you name it social reconstruct (engineering), social dynamics, peacocking, show of power, scarcity of supply…dan kedua2nya mendapatkan apa yang dia tidak inginkan sebenarnya tapi kedua dari mereka sudah berekspektasi akan mendapatkan average pasangan hidup…Kalau mereka mengetahui mereka mendapatkan lemon sebelum pernikahan atau sebelum pacaran maka keduanya tidak akan melanjutkan hubungan tersebut….Jika sampai pernikahan things will get worst….

Tapi akerlof hanya menjelaskan satu sisi dari avid used car buyer dan seseorang yang sangat mengerti masalah kesehatan sehingga bisa memutuskan untuk membeli asuransi kesehatan….

Ada sisi lain yang tidak dibahas akerlof adalah expectation….akerlof menggunakan asumsi rata-rata dari kualitas mobil bekas menjadi keinginan/ekspektasi seseorang terhadap mobil tersebut yang mencerminkan sejumlah uang yang ingin ia bayar untuk mobil tersebut…

namun, rata-rata tiap orang dipengaruhi oleh seberapa banyak orang tersebut membeli mobil bekas…semakin banyak orang tersebut membeli mobil bekasi semakin baik persepsi “rata-rata kualitas” mobil….apabila orang tersebut membeli mobil bekas hanya beberapa kali…dan kebetulan yang dia beli adalah peach semua (mobil yang baik) maka orang tersebut tidak akan mengekspektasi untuk mendapatkan lemon….

Ekspektasi ini juga berhubungan dengan seberapa banyak elo pacaran…..

Bahwa semakin banyak elo pacaran semakin bisa lo menerima seseorang tersebut apa adanya….bahwa semakin banyak elo pacaran semakin bisa lo menerima cowok atau perempuan yang sangat aneh kedalam hidup lo…karena lo sudah menyadari (ekspektasi) dari kenyataan love partner market…bahwa sesuatu yang peach mungkin hanya ada dalam alkitab dan novel  (yang keduanya ditulis manusia)

Maka ada dua market yang terjadi di pasar dalam love partner market…

Pasar pertama adalah pasar yang menyadari bahwa dia akan mendapatkan average women sebagai average women siapapun pilihan yang dia pilih karena setiap perempuan akan menyembunyikan seseuatu yang later lo menyadari bahwa itu tidak terlalu penting. Tapi lo menjadi bersedia hanya untuk membayar (dengan effort tentunya) sesuai dengan harga rata-rata dari setiap perempuan…

Pasar kedua adalah pasar yang tidak menyadari bahwa dia akan mendapatkan lemon or peach….namun, hanya memiliki satu ekspektasi bahwa produk tersebut peach maka ia menginginkannya (because nobody wants to buy lemon)…dan bersedia membayar dengan harga yang sangat tinggi…

PS for solution:

Akerlof menjelaskan pada time frame yang non-continue dan seakan membuatnya menjadi doomsday jika kita salah memilih asuransi atau mobil atau perempuan….

Tapi hidup ini jalan terus…jika ktia salah memilih mobil kita bisa menjualnya lagi…yes, we sell the lemon back for peach price…he3…dan kita bisa menghentikan asuransi jika ternyata kita gak mudah sakit atau menyadari bahwa ternyata diri lo adalah keterunan superman…atau soal perempuan kita tahu apa yang harus kita lakukan….

Intinnya…one day expectation bakal ketemua dengan kenyataan…dan pada saat itu lo baru bisa menentukan apakah lo akan menyimpan produk tersebut atau tidak…

Dan pasar yang gue pake utnuk perempuan adalah….I only pay what you offer….I buy all…I keep what I like…

Pasar yang gue pake untuk mobil bekas adalah…Average quality for second car…he3…gue gak sebodoh itu untuk kenalin mesin mobil….

Pasar yang gue pake untuk asuransi kesehatan adalah…dont buy them..keturunan keluarga gue cuma kanker…tapi gue diet makanan secara teratur…makan serat secara teratur…dan minum antioxidant dengan baik…berat badan normal cenderung kurus….BMI gue normal…fat gue normal…

2 Responses (Segini Doank?) to “Akerlof’s Lemon in Love Partner Market”

  1. gina Says:

    gyagagagagagag…

    lucu juga bca analisis elo
    tapi emang betul banget yang elo tulis en gue setuju Zhar…

    qta akan semakin ‘bijak memilih’ ketika udah berkali2 memilih…
    sama kayak beli barang second…
    pemilihan pacar pun seperti itu ya..
    gak ada yang sempurna (apalagi diharapkan dapat dengan harga murah)
    ohohoho…

    jadi,
    prinsipnya sama kayak pas mau beli hape or laptop..
    spesifikasi apa yang elo SANGAT BUTUH or SANGAT INGIN?
    kalo yang lainnya mah masi bisa di’adaptasi’ or di’maklumi’ ya kan?? asalkan sudah dapet yang INTI-nya… eheheh…

    thanks for sharing this knowledge Zhar…
    keep on writing ^^

  2. Zhar Aditya Says:

    hehehe…thank you for reading gin…
    its been a while since I last time write something witty…

Leave a Reply (Ayo donk, Koment!)