What you feel and what you think

November 29th, 2008 by Zhar Aditya (0 Komentar) Good bye Psychosist

Sekitar 3 tahun yang lalu gue terjebak pada pertanyaan….

Mana yang harus gue pilih? My head or my heart?

Sekitar akhir-akhir ini pertanyaan itu muncul lagi…

Dan dari apa yang gue pelajari…

“Sesuatu itu berasa salah kalau hati bilang salah meskipun kepala bilang benar”

“Sedangkan sesuatu itu terasa benar jika hati mengatakan benar”

Ada yang terjebak obat-obatan karena mendengarkan hati…

Ada yang terjebak seks bebas karena mendengarkan hati….

Ada yang terjebak lelaki yang salah karena mendengarkan hati….

Ada yang terjebak hubungan yang salah karena mendengarkan hati…

Hati ini sesuatu yang baru buat gue…

Bukan sesuatu yang gue bawa dari kecil dan menempel di diri gue….

Sesuatu yang gue temukan ketika gue besar….

Dan gue bener-bener bingung….

Hati yang katanya bisa membuat dunia menjadi lebih baik….

Membawa dunia ketempat yang seharusnya tidak pernah dunia lihat….

PS:

I don’t take things that I don’t deserves of…

I am not an opportunist…

I don’t take money more than what I need or what I deserve eventhough I have the right

I don’t take sex with no strings attached, no love attached and no future holds

I’m sorry I don’t take those things

I’m just being true me

I’m just being real me

We Are All Afraid of Something

November 28th, 2008 by Zhar Aditya (0 Komentar) Good bye Psychosist

When we were born most of us has parents…
Some parents stay with their children until they grew up…
The kid become a boy and then become a man…
He realize that they would never be there forever…
He afraid to become alone….
So he meet other women and wishing time would stop….
Wishing nothing would set them apart….
They married and then one day they apart…
Either by death or by another thing…

The kid become a girl and then become a women….
By the time she realize that her beauty wouldn’t last forever she afraid…
Afraid that no one will come and play again with her….
So she meet someone steady…
She married to find a friend of life….
Wishing nothing would set them apart….
Either by death or by another thing…

But they will apart one day….

When we were born most of us has control over something….
There is always something that protect us….
When we grow up we are always afraid of something….
So when we grow up we try to collect that protection…
Money, wealth, jobs, insurance….
We lost our purpose in life…
Wishing that having things would protect them….
So we lost in days, months and years finding what we could never have….
A true protection…

In the end we die….

Relentless act we’ve done day by day…
Years by years….
Generation by generation….
What do we live for?

PS:
I wrote this for those of lost souls…
Those who trapped in those carnal desire….
Those who trapped in pointless pussies…
Those who trapped in relentless nights of drinks…..
Those who trapped in pointless things….
And those who was trapped….

Global Economic Failure in Sub Urban Citizen View

November 27th, 2008 by Zhar Aditya (0 Komentar) Good bye Psychosist

Beberapa hari terakhir ini kita terus dikejutkan dengan harga-harga dunia yang melambung tinggi….Dimulai dari harga oil yang mencapai $100 lantas turun dan akhirnya di Indonesia pun mengalami krisis yang lebih parah dari tahun 1998 dengan harga dollar mencapai 13.000 rupiah….Namun, ketika semua itu terjadi, saya berada di sebuah kota kecil sejauh 5jam perjalanan dari Medan….

Di kota ini tidak ada yang berubah….Harga minyak tidak naik dari terakhir kali terjadi kenaikan….Harga-harga tidak berpengaruh terhadap naiknya dollar karena memang kota kecil ini tidak ada investasi asing…tidak ada juga yang perduli dengan dollar sepertinya….Kota kecil ini, Tanjung Balai Asahan, bisa dibilang 100% Indonesia…Jadi meskipun dunia hancur, tidak ada yang merana di kota kecil ini….Semuanya just the way they are….

Sampai 2 minggu yang lalu saya pikir Indonesia tidak kenapa-kenapa dengan adanya inflasi yang akhir2 ini lagi ngetrend di Dunia….Saya pikir, “Indonesia sudah lebih independen dengan negara-negara asing”…Sampai 2 minggu yang lalu saya menonton TV (ya, saya disini jarang nonton tv dan baca berita ekonomi…bacanya berita telco terus)….Dan disitu saya lihat berita mengenai pengangguran dan kenaikan bahan pangan….

Hati saya hari itu langsung tersentak….

Terkaget….

Ternyata Jakarta yang kutinggal masih sebegitu parahnya terombang-ambing karena global economic recession…

Inget keluarga gimana ya mereka?

Jadi pengen pulang ke Jakarta

Ayo Indonesia Independent

PS:

I miss my car so damn much….

Failing in Relationships

November 9th, 2008 by Zhar Aditya (0 Komentar) Good bye Psychosist

Some of my friends in my early adulthood during my campus life saying that I’m Playboy. But that term actually come out when I was living surrounded by women. Not living with them as much as I want to.

Dan beberapa kali ini gue ngerasa failing on relationships. Beberapa relationship emang terpaksa kandas ditengah jalan karena memang perbedaan keinginan. Some can be solved, resolved but some can not.

I’m kinda Immature in relationships. Eventhough I am an adult my Intelligence in relationships actually not better than any early adulthood nowadays. This is happens because I actually start a love relationship not so long ago while teen nowadays start their love relationships much more earlier than my time.

Most of the mistakes happen in my relationships is actually coming from one self. We presume that people are the same. A problem in one relationship with some men would become a problem in another relationship. You know, Recently I’ve watched an independent movie called, “A complete history of my sexual failure”. And there is one women in the movie thinking that when he hadn’t had sex with her it is something wrong to her.

And then I snapped in my bed thinking….Have I done the same mistake with that guy?….I mean most guy in Indonesia thinks that most Indonesian girls would prefer abstinence in sex…..

But then again every relationship is unique…Not every man is a cheater…My last relationship failed because I was pushed around to not talking to women….Which actually I am not a cheater…..

Another relationships failed because I have prematurely knowing too much truth that I could handle….

Some signs of problem that we recognize sometimes doesn’t even become a problem….Some guy is yelling and then he could become a wife hitter is not always happen….I am an ex-band player, I speak loud than most people because I scream a lot on a studio….I am coming from a sumatranese family that is common to yell to define the problem clearly….but that doesnt mean I would become a wife hitter…..

All I’m saying is that, failing in relationship is something that naturally happens just like when you start riding bike….Even expect failures in relationship…

The only question is that, are you willing to fix the relationship?. Is the relationship is worth enough to be fixed?

Give us “the nice guy breed” a chance will you?
PS:
To Chris Waitt
Women don’t want you
At least the you now.
Women are desperately to dreams.
So show what you can be, not what you are.
PS2:

Sudah banyak orang di luar sana membantu orang lain….

Aku masih disini terdiam

PS3:

Banyak juga orang jahat diluar sana hidup dengan memakan sesamanya….

Dan aku masih terdiam disini….

Tidak bisa menghentikannya….

PS4:

It is common to expect things from me….

And if you think that I’m quite dependable….

You might expect more things from me than any other guys….

But those expectations, those things that i do for you doesn’t come free…..

I also expect you to do lots of things for me….

If this trade cannot be fulfilled one parties will be disappointed….

Another party will follow the path of the disappointed and became disappointed too….

It is spiraling never ending…..

PS5:

Lately lagi denger lagu ini dari album peterpan yang dua cd itu…lagi nyari lagu peterpan yang menyanyikan ulang lagu chrisye…ada satu yang bagus yang diputer di radio lokal sini…tapi gue lupa judulnya apa…jadinya nemunya lagu ini deh….

Peter pan feat Chrisye - Aku Menunggumu

Didalam sebuah cinta
terdapat bahasa
Yang mengalun indah
mengisi jiwa
merindukan kisah
kita berdua
Yang tak pernah bisa
akan terlupa

Bila Rindu ini
masih milikmu
Kuhadirkan sebuah
tanya untukmu
Harus brapa lama
aku menunggumu
aku menunggumu…

Didalam masa indah
saat bersamamu
Yang tak pernah bisa
akan terlupa
Kenangan masa yang
menghancurkan jiwa
Dengan segenap cinta

aku bertanya

Bila Rindu ini
masih milikmu
Kuhadirkan sebuah
tanya untukmu
Harus brapa lama
aku menunggumu

Dalam hati kumenunggu..
Dalam hati kumenunggu..aku…
Dalam lelah kumenunggu..
Dalam hati kumenunggu..aku…
masih menunggu….

Bila Rindu ini
masih milikmu
Kuhadirkan sebuah
harus berapa lama
Harus brapa lama

aku menunggumu
aku menunggumu

 

What’s in the mean of time?

November 6th, 2008 by Zhar Aditya (0 Komentar) Good bye Psychosist

Kalau bisa sekarang kenapa tidak sekarang?

Mungkin tiwi dan gue bakal ketawa kalo ada yang bilang, “I can quit whenever I want”

Sebuah frase yang menyatakan bahwa seakan-akan seseorang memegang control akan sesuatu

Frase lainnya, “Gue ngerokok karena lagi stress”…Atau frase lainnya lagi, “Gue ngobat cuma buat tau rasanya kayak apa”….

But it goes on and on and on and on…..

Seriously, If you are meaning to stop then do it now!

Seriously, if you are really meant to win you should start now!

Gak perlu nunggu taon depan yang cuma 2 bulan lagi….

Apa beda sekarang dan 3 bulan ke depan?

Apa beda memilih jalan sekarang dan memilih jalan di 3 bulan depan?

PS:

Choose or you will be chosen….

Played by cause and always becoming and effect….

Will you stop becoming effect?

PS2:

Soundtracknya laskar pelangi dan “laskar pelangi”-nya sumatera

Laskar Pelangi

by. Nidji

Cipt. Nidji

Mimpi adalah kunci

Untuk kita menaklukkan dunia

Berlarilah tanpa lelah

Sampai engkau meraihnya

 

Laskar pelangi takkan terikat waktu

Bebaskan mimpimu di angkasa

Warnai bintang di jiwa

 

Menarilah dan terus tertawa

Walau dunia tak seindah surga

Bersyukurlah pada yang kuasa

Cinta kita di dunia

Selamanya

 

Cinta kepada hidup

Memberikan senyuman abadi

Walau hidup kadang tak adil

Tapi cinta lengkapi kita

 

Laskar pelangi

Takkan terikat waktu

Jangan berhenti mewarnai

Jutaan mimpi di bumi

Swear

November 5th, 2008 by Zhar Aditya (0 Komentar) Good bye Psychosist

Hwah….

Cursing…

Swearing….

Itu paling nikmat kalo dah memuncak emosi….

PS:

Don’t Make me Angry

You wouldn’t like me when I’m angry

-David Banner, Hulk-

Lubang

November 1st, 2008 by Zhar Aditya (0 Komentar) Good bye Psychosist

Seperti terseret lubang hitam…

Tak ada yang dapat kulakukan untuk menghindarinya…..

Membiarkannya terus menghisapku….

Menghancurkanku, meremukkanku….

Seperti vortex waktu yang terbuka ketika lubang hitam tercipta….

Seluruh diriku terbuka, terkelupas, menjadi inti….

Disaat itu aku menjadi aku dan kami menjadi jauh….

Dan disaat ini aku ingin sendiri untuk nanti bersama….

PS:

Sabtu-sabtu begini ngerjain tugas dari bos bos yang memiliki harapan yang tinggi terhadap gue….

PS2:

Expectation itu menyebalkan….

Seumur hidup dibayangi expectation orang….

Tapi mendingan dikelilingi oleh expectation dibanding tidak punya….

Golap??!!?? – Kisah tentang Tanjung Balai Asahan

October 28th, 2008 by Zhar Aditya (2 Komentar) Good bye Psychosist

Tanjung Balai Asahan ini merupakan kota yang cukup unik. Ada beberapa hal unik lainnya yang harus di ketahui dunia tentang keunikan kota beranama Tanjung Balai Asahan ini.

 

Salah satu yang unik disini adalah waktu ngapel pacar disini bukan weekend. Namun, malam kamis dan malam sabtu. Kalo kita-kita yang terbiasa tinggal di Jakarta udah sering denger kali yah dengan yang namanya malam sabtu karena Cuma itulah waktu kita bebas dari macet, bebas dari pekerjaan dan bisa yang namanya jalan-jalan. Namun, di Tanjung Balai Asahan ini mereka juga mengenal waktu ngapel pacar di hari rabu malam (malam kamis). 

 

Kenapa harus malam kamis?

 

Jadi gini, ceritanya pada jaman dulu sebagian besar penduduk Tanjung Balai Asahan adalah nelayan sehingga mereka terbiasa untuk berada 3 hari di laut dan satu hari di darat. Nah, 3 hari dilaut pertama itulah yang membuat adanya malam kamis. Mengerti?

 

Tapi uniknya, anaknya yang tidak memiliki profesi nelayan atau bahkan tidak memiliki orang tua nelayan pun memiliki kebiasaan ngapel malam kamis karena penduduk sekitar sudah terbiasa dengan hal ini.

 

Hal lain yang unik dari masyarakat Tanjung Balai Asahan adalah mereka cenderung suka mengganti suku kata pertama dengan O. Berbeda dengan padang yang suka mengganti suku kata terakhir dengan O masyarakat asahan suka mengganti suku kata pertamanya dengan O. Dan kalau padang mengganti A dengan O, masyarakat Tanjung Balai lebih cenderung suka mengganti E dengan O.

 

“Hari sudah Golap cepat kita balik”

 

Yah kurang lebih begitu lah….Karena suku kata pertama yang diganti jadi kadang2 gue suka cenderung bingung apa yang mereka omongkan. ?

 

PS:

Baru aja makan nasi goreng babi….Kampret….Kapok dah makan ditempat cina….Hoek…salah makan….jadi demam gue semalem…..

 

Jangan makan sembarangan deh kalo keluar jakarta….Seriously there is no sign in the restaurant whether it is pig or not….

Praduga tak Bersalah

October 25th, 2008 by Zhar Aditya (0 Komentar) Good bye Psychosist

Seringkali kita menjebak seseorang karena praduga kita yang berantakan….Seringkali kita menghancurkan hubungan kita sendiri dengan orang lain karena kita memiliki praduga bersalah terhadap sesuatu hal….

Misalnya:

Gue dan Tiwi (sori tiw lo gue sebut…kayaknya elo yang paling toleran dengan kelakuan aneh gue) punya praduga aneh mengenai perasaan dia yang which is perasaan itu gak pernah bisa kita ketahui kebenarannya kita cuma bisa mempercayai ucapan tiwi. Thus hubungan kita gak bener

Gue dan mantan gue lainnya punya issue….Mantan gue selalu berpikir kalo gue bakal selingkuh….Walhasil gue selalu dan selalu dikecilkan dengan pernyataan “cowok kan biasanya…..”…Let’s just say now I blew up because of the issue that actually never existed….

My new thing disini itu adalah gue banyak di framed akhir-akhir ini….orang-orang dengan pemikiran picik berada di sekeliling gue mengatakan hal-hal picik yang sebenarnya gak gue lakukan karena memang terlihat gue melakukannya….

Gue emang tidak bisa berbicara…But I type faster than i speak….Tentu saja gue lebih suka mengirim email, sms dibandingkan berbicara….Namun, orang melihatnya berbeda….Oh, dia lebih suka menusuk dari belakang…oh, dia lebih suka menjilat….But to tell you the truth…I just love to tell through characters instead of words….

Banyak yang bilang gue pengen terlihat menonjol….Kalo kata orang jepang, paku yang menonjol pasti akan dipukul….Well, gue suka berbagi….Sama seperti halnya gue berbagi di blog ini dan habit gue selama 2 tahun terakhir….

Now imagine, seorang pria dan wanita di dalam kamar mandi….Terdengar suara klecek klecek klecek dan ngobrol…what do you think what is happening in there?

Think out of the box guys….

PS:

The girls afraid of the restroom dark scenery because the lights out the guy accompanies the girl in the bathroom…not showering…but laundering…

PS2:

Cerita donk…kejadian misunderstood apa yang pernah kalian alamin….

Gue sering banget ngebuat orang misunderstood…dan it’s killing me…

Kenapa Pasca Bayar Lebih Mahal?

October 22nd, 2008 by Zhar Aditya (2 Komentar) Good bye Psychosist

**Tulisan ini tidak berhubungan dengan dimana tempat penulis bekerja**
***Seriously!!***

Banyak banget orang yang nanya ke gue, kenapa sih pasca bayar harus lebih mahal daripada pra bayar. Sebenarnya menurut gue jawabannya sih karena memang resiko dari jualan pasca bayar lebih tinggi dari sekedar berjualan PraBayar.

Jaman sekarang PraBayar juga terasa seperti PascaBayar. Ketika pulsa habis Cuma tinggal beli pulsa dari hape melalui SMS Banking….Well, disisain makanya pulsanya buat sms banking….Apalagi sekarang tidaklah sulit mencari orang jualan pulsa. Jadi memang PascaBayar agak usang untuk kita yang tinggal di perkotaan. Meski begitu bukan berarti pasca bayar harus kita tinggalkan karena kemudahannya dalam memelihara handphone untuk tetap hidup.

Jika melihat bunga credit card yang mencapai 4% per bulan dan mencapai 48% pertahun (Jika dihitung prorata). Maka wajar bila harga pulsa perbulan lebih mahal setidaknya 4% daripada prabayar. Namun, resiko 4% perbulan ini menurut saya akan terus mengecil atau bahkan menghilang jika kita melakukan beberapa hal berikut:
1. KPI keterlambatan pembayaran dan besaran pulsa
2. Membundling penjualan kartu pasca bayar dengan Credit Card. Dengan begitu risk bisa kita transfer ke credit card.

Selain itu, dari dulu sampai sekarang orang yang membeli dengan jumlah yang sangat banyak memang sepatutnya mendapatkan diskon. Pelanggan yang memiliki Length of Stay yang tinggi dan memang loyal ke sebuah operator sewajarnya mendapatkan diskon yang lebih tinggi. Contoh lah SingTel yang memberikan bonus pulsa sampai 15% kepada pelanggan lamanya. Sehingga menurut saya untuk membuat PascaBayar tampak menarik dapat dilakukan dengan memberikan diskon kepada pelanggan tingkat tertentu dan pada Length of Stay Tertentu.

Menciptakan KPI (Key Performance Indicator) seperti ini bukanlah sesuatu yang sulit. Lagian customer senang kok dikotak-kotakkan seperti Garuda Frequent Flyer Blue, Silver, Gold, dan Platinum.

Indosat sendiri memiliki VIP Gold dan VIP Platinum. Kartu Halo memiliki level Priority untuk diatas 1jt dan Priority Gold untuk diatas 2.5jt. Kenapa gak mengeluarkan KPI berdasarkan LoS juga selain dari revenue. Kenapa tidak mengkotak-kotakkan customer lebih dalam lagi seperti diatas 700k, diatas 1jt, dan 2,5jt. Jadi beberapa customer merasa special meskipun yang special sebenarnya banyak.

Kenapa gak?

PS:
Daripada tolol bikin tulisan dianggap sampah mendingan dibikin blog.

Sh!T H@pp3ns

October 21st, 2008 by Zhar Aditya (0 Komentar) Good bye Psychosist

Whoever said “Fitness lebih kejam dari fitnah” is actually telling a bad joke.

Trust me!

Sh!t!

PS:

Kapok deh berpikir out of the box….Karena orang gak pernah mikir out of the box….

Tulisan dan Tanggung Jawab

October 16th, 2008 by Zhar Aditya (3 Komentar) Good bye Psychosist

Membuat tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan adalah kegiatan saya sehari-hari selama 4 tahun terakhir ini. Baik itu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hanya sekedar justifikasi pemikiran yang berasal dari banyak pemikiran lain. Maklum saya orang IPS yang sulit mencari pembuktiannya ketika mengeluarkan sebuah pemikiran. Namun, segala justifikasi pemikiran saya ada di dalam tulisan saya.

Seperti yang pembaca tahu, setelah saya bekerja ada satu artikel yang saya hilangkan karena takut menyebabkan konflik of interest karena saya bekerja di perusahaan pada group tersebut. Memang tulisan saya menjelaskan tentang bagaimana sebuah praktek monopoli yang dijalankan oleh group tersebut tidaklah baik karena benar-benar memanfaatkan ketidakberdayaan seseorang dalam memilih sebuah produk telekomunikasi. Karena seperti yang kita ketahui, Indonesia yang terbentang dari sabang sampai merauke sebenernya sangatlah tersekat-sekat secara geografis yang mengakibatkan kita terpaksa memilih dan membeli produk telekomunikasi tertentu. Lantas apakah saya salah jika salah satu perusahaan telekomunikasi dengan gilanya memberikan tarif yang sangat berlebihan untuk layanan telekomunikasi? Jelas tidak bukan?

Saya terbiasa untuk mempertanggungjawabkan tulisan saya. Saya mengerti ada pluralisme dalam pemahaman tulisan saya. Saya terbiasa di hina di cemooh dan terkadang di lecehkan oleh pembaca tulisan saya. Itu wajar, bahkan yang katanya guru besar ekonomi Hermawan Kertajaya aja bisa dilecehkan. Hell, ADAM SMITH aja ampe sekarang masih dilecehkan. Apalagi saya? Seorang tak dikenal yang menulis blog hanya untuk menjalankan hobinya “Kebebasan Berbicara” dengan baik tentunya.

Namun, kebebasan berbicara ini menjadi kendala ketika ada orang lain yang menjadi tumbal atas apa yang saya tulis. Saya menulis terlalu lantang, maka bos saya yang akan kena, saya menulis terlalu vulgar perusahaan saya yang kena. Sekarang saya mengerti mengapa penulis biasanya membebaskan dirinya dari sebuah institusi agar dapat menulis lebih kreatif lagi.

Tapi menurut saya menulis dan terkenal salah itu lebih baik daripada menulis dan terus anonim tanpa ada tanggung jawab.

Saya bekerja untuk saya dan masa depan saya…

Saya menulis untuk saya dan kepuasan saya…

Saya bermain musik untuk saya dan kepuasan saya…

Saya mencintai untuk saya…

Egois….Tapi hal ini abadi “ada” di sepanjang kehidupan saya….

Renungan Malam

September 27th, 2008 by Zhar Aditya (2 Komentar) Good bye Psychosist

Jadi ceritanya gue lagi kembali ke jakarta…

To my old desktop to my old rooms….

Disinilah gue menjadi gue yang sekarang….

Disinilah gue berhasil banyak menulis artikel sendiri….

Disinilah gue berhasil menyelesaikan skripsi gue….

Disinilah gue biasanya menulis blog gue ini….

6 tahun yang lalu gue keluar dari sma 8…

6 tahun gue pisah sama temen-temen gue di sma….

Cuma untuk lebih tau mereka lebih baik dari gue….

Banyak yang kuliah di luar negeri bahkan menetap di luar negeri….

Gue sendiri ngapain?

Bahkan gak sampe 2 bulan yang lalu gue cuma Supervisor Business Dev. di perusahaan kecil…

Dengan gaji minim dan kondisi kerja yang buruk….

What the fuck I’ve been doing wasting my time….

2 bulan yang lalu gue meninggalkan pergaulan online gue….

Cuma untuk mengetahui beberapa temen gue berasa jadi artis….

Cuma untuk mengetahui kenarsisan mereka yang sangat mulai berlebihan….

Beberapa menjadi diinginkan karena merekah merona dan berkembang….

Beberapa lainnya menjadi usang, tua dan di tinggalkan….

Masih berpikir ketenaran itu penting?

Apa yang kalian lakukan?

PS:

Gak jelas banget gue….

Sibuk bikin gue bego….

Gak ketemu kamar gue bikin gue idiot….

Ada apa?

September 23rd, 2008 by Zhar Aditya (0 Komentar) Good bye Psychosist

Ada lelah di hati…

Ada rindu di dada…

Ada sedih yang menyapa dunia….

Ada tawa yang riang….

Ada sakit di jantungku…

Apakah ada cinta di hatiku?…

PS:

Hei kamu yang sembunyi di dalam hatiku….

Sebenarnya aku benci begini….

Tapi sekarang aku dan kamu sama-sama tidak tahu…

Apa mau ku dan kamu….

-Me, Fighting the Three Shadow-

Falling too Fast to be safe!

August 31st, 2008 by Zhar Aditya (2 Komentar) Good bye Psychosist

I am falling out of my life…

Like the way water falling out of one full cup…

My life is falling that way…

Overflowing with things bigger than myself….

I lose everything…

I am strangled by anonymous creature…

I am falling too fast to be safe…

I jump of the plane without a parachute….

I try to be selfish…

I try to be considerate….

I try to be real….

And I am falling….

PS:

DAMN!

Stupid Epiphany