Great White Egret (Ardea Alba)

January 25th, 2010 by Zhar Aditya (2) Photoworks

Great White Egret (Ardea Alba) is actually a common egret

Shots taken in Percut River, North Sumatera, Indonesia

Gamma Radiation Tricked our Eyes

January 22nd, 2010 by Zhar Aditya (13) Good bye Psychosist

I don’t really understand how gamma radiation is looked like it was moving…

I first realized this when i Put a black background over a red or blue fonts…a real red or blue font that really bursting your eye balls…

It looks as if they were hovering….

And then I found the yellow blue picture that if you looked at it as if the circle would rotate…

And then last I found this….

I know that this is a gamma radiation trick…but I don’t have the ability to explain this…

This picture is having 2 different trick…

First take a 50cm vision from the Monitor…and don’t follow the disappearance of the cirles…but concentrate at the middle of the picture signed as +. You will see the fading pink is changed to yellow.

Second trick is to take about 15cm vision from the monitor (remember this is bad for your eyes…realizing that this picture is full of gamma radiation is also bad for your eyes…i think)…and then concentrate on the plus sign for 60 second…never move your eyes…and then you will find that the pink circles will vanish…

Neat trick huh?

PS:

Don’t ask me why this could happen…

Mind Blowing Videos

January 21st, 2010 by Zhar Aditya (1) Good bye Psychosist

Here’s some mind blowing videos about technology that people should see…

And realize that without the constant learning we will always be a developing country….

And this is another video about how information is going to mislead people….

Enjoy the information!

Warm Joy

January 19th, 2010 by Zhar Aditya (2) Photoworks

Warm Joy

Warm Joy

Edit for Blue Sky
Filtered with purple brown
Using Photoshop CS3

Her Name is Haurora

Fun Boat

January 17th, 2010 by Zhar Aditya (3) Photoworks

First HDR Picture.

This banana boat is way much more fun with HDR.

Merge and Edited with Photoshop

Mannequin

January 15th, 2010 by Zhar Aditya (1) Photoworks
Photoshop only for frame

Some mannequin in the store I exploit.

He3.

Enjoy

Open Happiness Coca Cola

January 14th, 2010 by Zhar Aditya (1) Good bye Psychosist

In Indonesia coca-cola always make beautiful hit pop song…Even before open happiness is exist…

This time every country are challenged by coca cola to create their own version of open happiness..

And this time I personally think that the indonesian version of the open happiness is the best of all…

This is the American Version of this song…And have a very kiddies tone…I don’t like it…This song is launched at the beginning of 2009.

And then in June 2009 open happiness is launched in singapore with the same lyrics with the american version (of course they sang it with the same language)…but this version is far much more lighter…and I like the sound of the female vocalists….

Oct 2009 open happiness is released as Monkey Majik Triple A single in Japan…
I know Japanese very well…they are people with stuck up originality…(eventhough monkey majik are consists of 2 japs and 2 canadian they still a jap band)…

So they come up with something very different then the original song…this way I cant compare apple to apple with another song from the same theme…The Open Happiness of Monkey Majik is so Monkey Majik…

I don’t really understand japs that much…but I believe the lyrics are way a lot different then the original song that spread up smile and friendship….the monkey majik version is about finding happiness everyday in life (probably love theme)…

And then in November 2009 the new song for the open happiness is released in Indonesia.

This group changes the theme for “open happiness” to “open new spirit”…coca cola in Indonesia has already uses this theme in 1990….with their tag “semangat coca cola”…coca cola spirit….so I think it is in a way still in line with the world theme….

There’s a change here and there for the lyrics…but still in the same theme with the US theme…

So, enjoy the hits from all of the country…

Damaged Women

January 13th, 2010 by Zhar Aditya (2) Good bye Psychosist

Jadi ceritanya kemaren malem gue abis nganter nyokap gue keliling-keliling Medan dengan bentor kantor…(he3)…gue pulang kerumah naik bentor (kalo ada yang nanya bentor itu becak motor…bentuknya kayak motor tempel taon 80an cuma ditempel dengan becak)…

Tiba2 dengan hebatnya ada bentor ngebut…langsung lah dengan hebatnya tangan gue keatas sambil menjentikkan jari yang ternyata jentikkan jari gue cukup kenceng juga yak sampe bisa ngalahin suara bentornya dan dia menoleh…kondisi jalan waktu itu sepi banget….

Tawar Tawar Tawar
Naik..
Eh, ini bukan FR ya? (ha3)

Dengan isenknya gue ngebuka pembicaraan
“Biasa narik malem bang?”
“Iya, ini baru narik lagi bang…dah lama gak narik”

Dengan gak pedulinya gue dengan pernyataan terakhir abang itu…gue lebih tertarik dengan pertanyaan lain yang nempel dikepala dari dulu…dan gue bilang

“Bukannya lebih enak nari siang bang?..Gak terlalu capek…yang naik lebih banyak dibanding malem”

“Tapi kalau siang kan kalau ada yang dikerjain jadi gak bisa”

Dan si abang berhenti ngomong….

Dia gak eager untuk bicara lagi…

Guenya semangat, “Emang abang siang kerjanya apa bang?”

“Jadi guru bang”

“Ah, serius?”

“Kalo gak bener bisa celaka saya”

“Guru dimana bang?”

“Guru SMK (mana gue lupa dan gak peduli…detail itu gak penting)”

“Jadi guru apa bang?”

“Olahraga”

Otak gue intrigue sama nih tukang becak malah ngeluarin pertanyaan lain yang mencari tahu kenapa dia perlu ngangkut becak malem2….

“Udah berkeluarga bang?”

“Udah, anak ada tiga…istri mau cerai”

“Kenapa bang? Susah kali lah bang (iya logat medan gue keluar kalo begini)…Anak tiga ngurusnya susah pakai cerai pun? Emang istri yang mau cerai?”

“Istri selingkuh bang”

“Aduh, sakit itu bang”

“Iya, dia minta uang…saya pinjam ke bank….habis itu dia pergi sama cowo lain”

Okeh, ini dia reasonnya kenapa dia perlu narik becak malem-malem meskipun dia punya kerjaan tetap…anak tiga dan hutang di bank….dan main reasonnya…damaged women!

Damaged Women ini sebenernya term yang baru gue lewatin setelah akhir-akhir ini gue nonton film house…memang di film house gak banyak sih tentang damage women…cuma banyak google search gue yang menuju hal-hal tentang damage women…

Sandra L. Brown menulis buku (e-book) berjudul How to Avoid Dating Damaged Women…Gue belum baca sih tentang bukunya…Tapi sandra menulis beberapa hal menarik di artikel mengenai buku tersebut…

Dia bilang damaged women adalah seorang wanita yang secara mental sudah hancur…dan biasanya orang yang very nice guy lebih gampang terjerat dengan wanita ini…Gue personally menyebut nice guy yang terjerat damaged women adalah super hero syndrome….ada beberapa tulisan tentang superhero syndrome gue di blog ini….

Sandra bilang ada 9 tipe Damaged Women

1. Needy

2. Daddy’s Girl

3. Emotionally Disordered

4. Addict

5. Violent

6. Stalker

7. Hidden Life

8. Bad Boys Lover

9. Predator (manipulative behaviour untuk mendapatkan apa yang ia inginkan)

Dan guess what…gue lebih banyak kenal damaged women dibanding normal women…

Why?

Because damaged women intrigue me…

Because I love puzzle and cant live without it…

Dan gue yakin ada banyak orang lain diluar sana yang sama kayak gue….

Banyak orang lain diluar sana yang memiliki superhero syndrome…

Craving for saving a damsel in distress…

Tapi dalam pernikahan cuma sedikit orang yang mengetahui resikonya bersama dengan damaged women….

Tukang becak ini salah satunya yang salah menikahi damaged women…

Berikut resikonya:

·         She alleges you abused her child

·         She reports you for domestic violence

·         She drains your bank account

·         She accuses you of rape

·         She ruins your job or career

·         She stalks you, your friends, your family, or your children.

·          She does property damage to your car, house, or other items

·         She trashes your reputation among your friends, co-workers, or other women you date

·         She alleges you abused her child
·         She reports you for domestic violence
·         She drains your bank account
·         She accuses you of rape
·         She ruins your job or career
·         She stalks you, your friends, your family, or your children.
·          She does property damage to your car, house, or other items
·         She trashes your reputation among your friends, co-workers, or other women you date

Oh Yeah,

And one more thing….because beauty is skin deep

Buddha’s Best Friend

January 13th, 2010 by Zhar Aditya (0) Good bye Psychosist

Model: My Silly Mom
Location: Borobudur Temple, Magelang Indonesia.

Portrait with 24-70mm

Buddha Way

January 11th, 2010 by Zhar Aditya (2) Good bye Psychosist

Top Floor Buddha in Borobudur Temple
Edited with Photoshop for color and tone

Photoblog Begins

December 10th, 2009 by Zhar Aditya (4) Photoworks

Sebenernya udah lama passion buat motret gue dimulai….Dari kecil umur 5 tahun gue udah menyenangi hobi yang satu ini…dengan bermodal kamera nikon pocket dan beberapa kali menggunakan canon prosumer…gue dari SMA dah dibilang gokil karena kemampuan memotret candid gue yang kelewat aneh…

Jadi jaman SMA gue make Nikon kayak orang plastic make lomo…Jaman kuliah gue beli SLR…tuker guling sama kamera 2mpx…3 tahun dan hanya menghasilkan 4 roll film…kenapa? Karena saya miskin! hiks hiks hiks…

Di tahun 2009 gue berhasil membiayai hobi yang satu ini….Alhamdulilah sampe saat ini shutter count gue udah gue pake sebanyak 3618 Count…itu berarti dalam waktu 4 bulan gue menghasilkan foto sebanyak 100 roll film…hehehehe…

Dan setelah 3618 foto itu…akhirnya gue ketemu satu yang bisa gue publish sebagai photowork gue pas gue lagi isenk jalan ke malaysia…

Enjoy my new categories in this blog…

Zhar Aditya Photoworks

Kuala Lumpur, Bukit Bintang.

Kuala Lumpur, Bukit Bintang.

Akerlof’s Lemon in Love Partner Market

December 8th, 2009 by Zhar Aditya (2) Good bye Psychosist

George Akerlof, pemenang nobel 2001 dibidang ekonomi yang berhasil menulis sebuah teori mengenai game theory yang terjadi apabila seseorang membeli mobil.

Pada paper yang ditulisnya pada intinya dia menyatakan, bahwa terjadi assymmetric information (informasi yang tidak simetris, yang tidak sama, yang dimiliki antara calon buyer dan pemilik) ketika pembelian mobil…Sehingga secara general buyer hanya akan menawar mobil dengan qualitas rata-rata dan pemilik mobil dengan kualitas baik tidak akan pernah menjual mobilnya karena dianggap kualitasnya rata-rata….Jadi, seluruh mobil yang ada di pada market used cars pada general adalah mobil dengan kualitas yang buruk…

Akerlof juga menulis mengenai asuransi kesehatan…pada asuransi kesehatan hanya buyer yang mengerti mengenai kesehatan dirinya…sedang pemberi asuransi mencoba mengetahui informasi ini dan memperkirakan berapa premium yang harus dikenakan seseorang….Tapi, sebaik apapun perusahaan asuransi mencoba memprediksi dia gak bakal pernah tau kira-kira si calon pembeli asuransinya bakal sakit apa…Hasilnya asuransi memberikan premi asuransi dengan harga yang tinggi…saking tingginya hanya orang yang merasa dia sangat pesakitan sehingga dia bakal ngebeli premi tersebut….

Mengerti kan seberapa horor free market kalau terjadi asymmetric information?

Sekarang asymmetric information juga terjadi pada mencari pasangan hidup…Kita mencari wanita yang begitu sempurna…Tapi in reality tidak ada yang begitu sempurna…pasti ada aja celanya….sehingga ada asymmetric information antara penjual dan pembeli….Dua-duanya saling membodohi untuk membeli produknya melalui cara-cara marketing, you name it social reconstruct (engineering), social dynamics, peacocking, show of power, scarcity of supply…dan kedua2nya mendapatkan apa yang dia tidak inginkan sebenarnya tapi kedua dari mereka sudah berekspektasi akan mendapatkan average pasangan hidup…Kalau mereka mengetahui mereka mendapatkan lemon sebelum pernikahan atau sebelum pacaran maka keduanya tidak akan melanjutkan hubungan tersebut….Jika sampai pernikahan things will get worst….

Tapi akerlof hanya menjelaskan satu sisi dari avid used car buyer dan seseorang yang sangat mengerti masalah kesehatan sehingga bisa memutuskan untuk membeli asuransi kesehatan….

Ada sisi lain yang tidak dibahas akerlof adalah expectation….akerlof menggunakan asumsi rata-rata dari kualitas mobil bekas menjadi keinginan/ekspektasi seseorang terhadap mobil tersebut yang mencerminkan sejumlah uang yang ingin ia bayar untuk mobil tersebut…

namun, rata-rata tiap orang dipengaruhi oleh seberapa banyak orang tersebut membeli mobil bekas…semakin banyak orang tersebut membeli mobil bekasi semakin baik persepsi “rata-rata kualitas” mobil….apabila orang tersebut membeli mobil bekas hanya beberapa kali…dan kebetulan yang dia beli adalah peach semua (mobil yang baik) maka orang tersebut tidak akan mengekspektasi untuk mendapatkan lemon….

Ekspektasi ini juga berhubungan dengan seberapa banyak elo pacaran…..

Bahwa semakin banyak elo pacaran semakin bisa lo menerima seseorang tersebut apa adanya….bahwa semakin banyak elo pacaran semakin bisa lo menerima cowok atau perempuan yang sangat aneh kedalam hidup lo…karena lo sudah menyadari (ekspektasi) dari kenyataan love partner market…bahwa sesuatu yang peach mungkin hanya ada dalam alkitab dan novel  (yang keduanya ditulis manusia)

Maka ada dua market yang terjadi di pasar dalam love partner market…

Pasar pertama adalah pasar yang menyadari bahwa dia akan mendapatkan average women sebagai average women siapapun pilihan yang dia pilih karena setiap perempuan akan menyembunyikan seseuatu yang later lo menyadari bahwa itu tidak terlalu penting. Tapi lo menjadi bersedia hanya untuk membayar (dengan effort tentunya) sesuai dengan harga rata-rata dari setiap perempuan…

Pasar kedua adalah pasar yang tidak menyadari bahwa dia akan mendapatkan lemon or peach….namun, hanya memiliki satu ekspektasi bahwa produk tersebut peach maka ia menginginkannya (because nobody wants to buy lemon)…dan bersedia membayar dengan harga yang sangat tinggi…

PS for solution:

Akerlof menjelaskan pada time frame yang non-continue dan seakan membuatnya menjadi doomsday jika kita salah memilih asuransi atau mobil atau perempuan….

Tapi hidup ini jalan terus…jika ktia salah memilih mobil kita bisa menjualnya lagi…yes, we sell the lemon back for peach price…he3…dan kita bisa menghentikan asuransi jika ternyata kita gak mudah sakit atau menyadari bahwa ternyata diri lo adalah keterunan superman…atau soal perempuan kita tahu apa yang harus kita lakukan….

Intinnya…one day expectation bakal ketemua dengan kenyataan…dan pada saat itu lo baru bisa menentukan apakah lo akan menyimpan produk tersebut atau tidak…

Dan pasar yang gue pake utnuk perempuan adalah….I only pay what you offer….I buy all…I keep what I like…

Pasar yang gue pake untuk mobil bekas adalah…Average quality for second car…he3…gue gak sebodoh itu untuk kenalin mesin mobil….

Pasar yang gue pake untuk asuransi kesehatan adalah…dont buy them..keturunan keluarga gue cuma kanker…tapi gue diet makanan secara teratur…makan serat secara teratur…dan minum antioxidant dengan baik…berat badan normal cenderung kurus….BMI gue normal…fat gue normal…

Corporate Growth =/= Economic Growth

December 4th, 2009 by Zhar Aditya (16) Good bye Psychosist

Di minggu ini hari senin gue dateng ke corporate meeting di perusahaan gue. Ternyata visi & misi perusahaan gue di tahun 2010 diubah lebih fine tuning….Sesuatu yang langsung membuat otak gue bekerja keras adalah perubahan visi & misi perusahaan yang katanya “contributing to the country economic growth”.

FYI, Perusahaan gue adalah perusahaan telekomunikasi yang hanya bergerak di Indonesia (sampai saat ini). Jadi basically tidak ada import/export yang terjadi dilakukan oleh perusahaan ini karena sifatnya yang bergerak dibidang jasa telekomunikasi. It is almost impossible to import/export services.

Economic Growth (pertumbuhan ekonomi) pada dasarnya ditentukan oleh Gross Domestic Product. Apa itu  gross domestic produk? Gross Domestik produk adalah seluruh produksi yang berhasil dibuat oleh negara tersebut. Produk tersebut dapat berupa Barang ataupun Jasa. Jadi, pertambahan dari GDP berarti juga penambahan pada kemampuan ekonomi.

Para Ekonom telah menemukan formula untuk GDP, yaitu consumed goods/services + Investment negara tersebut + Government expenditure (pengluaran negara) + Export yang dihasilkan negara tersebut – Import.

Sekarang bayangkan ekonomi adalah air yang mengalir dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi…Semua negara di tempat yang tinggi berhasil menyerap uang lebih banyak dari negara yang lebih rendah dengan kemampuan exportnya yang hebat…Yang tinggi ini maksudnya mata rantai produksi ya…

Misal produksi indonesia adalah produksi alam seperti minyak bumi kita kirimkan ke negara-negara yang lebih miskin minyak buminya seperti zimbabwe…

Pada produk jasa, tidak dapat dilakukan import atau export…dengan kata lain kita hanya dapat meningkatkan Consumption rate of Goods and Services dari formula C+I+G…Namun, consumption rate of goods ini hanya dan hanya dapat meningkat apabila ada faktor lain….

Misal Zimbabwe, jika mereka tidak memiliki kemampuan untuk menarik uang ke negaranya (dengan asumsi Zimbabwe adalah negara yang tidak dapat mengembangkan diri melalui informasi)….Maka economic growth dari negara tersebut akan selalu sama dengan 0….Jadi bisa dibilang consumption rate of Goods and Services tergantung dari export dan import, dari knowledge development negara tersebut untuk menciptakan produk yang lebih mahal dengan bahan baku yang murah…juga dari kemampuan dari negara tersebut menarik investor….

Memang kalau dilihat dari semua ini, sebuah perusahaan telekomunikasi hanya dan hanya akan dapat mengeruk keuntungan dalam negeri….Secara economic riil perusahaan telekomunikasi ini tidak akan pernah dapat meningkatkan economic growth….namun, secara non-riil perusahaan telekomunikasi ini dapat menarik Investment dari negara lain…Dapat membuat produk menjadi sangat murah dengan menciptakan telekomunikasi yang baik dan murah….

Tapi impian untuk meningkatkan economic growth dari negara tidak akan pernah dapat dicapai jika perusahaan ini tidak pernah melakukan penarikan capital dari luar negeri ke dalam negeri…Karena faktor tersebut yang paling penting dalam flow of economics energy…

Tidak ada negara yang tertutup yang menjadi kaya….

Mereka hanya puas dengan kekayaan yang mereka tidak tahu kalau mereka dapat lebih kaya….

Dunbar’s Number : How Much Friends you Should Have?

November 10th, 2009 by Zhar Aditya (0) Good bye Psychosist

Robin Dunbar seorang peneliti anthropologis asal british (inggris) melakukan sebuah penelitian mengenai social relationships pada grup masyarakat pedalaman, masyarakat modern di pedalaman serta penelitian dilakukan pada grup militer. Dunbar menemukan bahwa pada rata-rata setiap orang hanya dapat memiliki social relationships yang baik kepada (rata-rata) 150 orang.

150 orang ini dapat termasuk keluarga, dapat termasuk teman sekerja, teman semasa kecil….Namun, dunbar percaya bahwa 150 adalah limit dari kemampuan otak manusia (ed: dan banyaknya waktu yang manusia punya) untuk dapat melakukan social relationships kepada orang yang dianggap penting.

this limit is a direct function of relative neocortex size, and that this in turn limits group size … the limit imposed by neocortical processing capacity is simply on the number of individuals with whom a stable inter-personal relationship can be maintained.

Dunbar percaya bahwa seseorang akan memiliki angka yang jauh lebih tinggi diatas angka rata-rata apabila orang tersebut menikmati “hasil” yang lebih dari social networking. Sedang orang-orang yang tidak menikmati “hasil” akan memiliki angka yang lebih rendah. Dapat dibilang, orang yang memiliki social networking yang baik adalah orang-orang yang sebenarnya sangat tergantung dengan orang lain.

Ketika dunbar meneliti ini tidak ada facebook dan telefon yang ada hanyalah telefon kabel. Tidak ada telepon genggam. Tidak ada facebook. Satu-satunya cara agar seseorang dapat berhubungan dengan orang lain adalah dengan cara bertatapan.

Social Grooming harus dilakukan dengan bertatapan muka. tidak seperti saat ini dimana seseorang dapat melakukannya dengan mengirimkan pesan via facebook atau sms. Mungkin kemampuan manusia modern untuk melakukan bisa melebihi manusia era 1990an?

Dunbar mengatakan dalam penelitiannya. Pada umumnya manusia memiliki 5 teman dekat. Dimana teman dekat (inti) ini akan memberikannya teman-teman lainnya. Jika 3 dari 5 teman dekatmu adalah saudara kandungmu. Maka semakin sedikit teman yang didapat diluar dari circlenya.

Sebuah penelitian lain yang dilakukan di Amerika kepada 10.000 pelajar mengatakan bahwa banyaknya teman mempengaruhi gaji seseorang. Pada penelitian itu setiap satu tambahan teman akan meningkatkan gaji seseorang sebanyak 2% dari rata-rata gaji seseorang.

Tanpa perlu penelitian juga kita sama-sama mengetahui bahwa semakin menarik seseorang secara fisik (tanpa social skill) akan menarik semakin banyak teman. Jadi, menarik teman juga bisa dilakukan dengan menjadi “burung merak”, peacocking

So how much friends you should have?

For the sake of money I think you should have much of friends

But for the sake of oneself, It doesnt matter!

For what is matter having a quality one friend is actually enough to make you happy rather than having too many unknown friends.

Framing a Perception

October 9th, 2009 by Zhar Aditya (8) Good bye Psychosist

Akhir-akhir ini di detikinet banyak banget berita mengenai kemarahan pelanggan karena turunnya speed quota yang diberikan kepada para pelanggan tersebut. Dan tidak banyak yang marah-marah teriak-teriak cuma karena speed quotanya diturunkan. Entah kemarahan tersebut mengada-ada ala detikinet atau benar terjadi hal yang pasti memang “ada” yang kecewa mengenai keputusan telkomsel ini.

Tapi tidak…saya tidak akan membahas mengenai Telkomsel dan mengapa kuota tersebut diturunkan….Saya yakin pelanggan dan Telkomsel memiliki kemampuan berpikir yang cerdas…

Yang menarik adalah bagaimana Telkomsel dan Pelanggan bisa berantem karena hal yang sebenarnya sangat simpel…

Telkomsel dengan gagahnya…datang dan mengambil (kembali) kuota yang sebenarnya dimiliki oleh Telkomsel dan mengatakan “aku mengambilnya kembali karena ada beberapa orang yang melakukan abuse terhadap bandwidth quota”…Well, news flash guys! every unlimited bandwidth user are possible abuser….Apakah telkomsel tidak mengetahui hal ini? Tentu saja tahu….Tapi ini framing perception yang menarik untuk menarik kembali kuota….

Dan Pelanggan dengan bodohnya “tidak rela” kebebasannya diambil….Karena pelanggan taken for granted terhadap unlimited quota tersebut….Jadi bisa dibilang orang yang “tidak rela” sebenarnya adalah possible abuser…

Padahal pada kondisi normal (dimana tidak ada addiction terhadap internet),

Kalau tidak ada lagi kesepakatan harga antara pelanggan dan pembeli maka baik pelanggan atau pembeli boleh untuk membatalkan barang dagangannya….

Apakah ada yang marah kepada USA ketika nilai tukar USA meningkat menjadi 10k dalam satu hari?

This is free market my friend…Everyone free to sell things how many with how much price tag on it….